
Kaki yang terasa pegal dan nyeri (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Apakah Anda sering merasa kaki mudah lelah atau nyeri setelah berjalan atau berlari? Bisa jadi Anda mengalami overpronation, yaitu kondisi saat lengkungan telapak kaki turun terlalu dalam ke arah dalam. Kondisi ini sering disebut juga "pes planus" atau kaki datar fleksibel, dan kerap terkait dengan kaki datar (flat foot).
Dilansir dari Medical News Today, pronation adalah gerakan alami kaki saat berjalan atau berlari, ketika berat badan berpindah dari tumit ke bagian depan telapak. Pada orang dengan overpronation, gerakan ini berlebihan sehingga kaki terlalu miring ke dalam. Kebalikannya adalah underpronation atau supinasi, saat kaki justru miring ke luar.
Cara kaki menapak dapat memengaruhi postur tubuh secara keseluruhan. Overpronation meningkatkan risiko cedera, terutama pada pelari atau orang yang banyak berjalan. Pada anak-anak, kaki datar biasanya normal dan lengkungan kaki baru terbentuk setelah usia sekitar 5 tahun.
Penyebab Overpronation
Overpronation bisa terjadi bila lengkungan kaki sangat fleksibel atau lemah. Beberapa orang terlahir dengan kaki datar, tetapi faktor lain juga dapat memicu atau memperparah kondisi ini, seperti:
Opsi Perawatan Overpronation
Sebagian besar orang dengan kaki datar tidak memerlukan operasi. Namun, langkah berikut dapat membantu mengurangi nyeri dan mencegah cedera:
Sepatu yang Tepat
Pilih sepatu dengan penopang kuat dan stabilitas ekstra, terutama untuk aktivitas dengan banyak langkah seperti lari dan jalan cepat. Ciri sepatu pendukung overpronation adalah:
Belilah sepatu di sore atau malam hari saat kaki sedikit membengkak, dan gunakan kaus kaki tipis agar ukuran pas. Toko lari khusus biasanya memiliki alat analisis langkah kaki untuk menentukan dukungan yang tepat.
Latihan untuk Menguatkan Kaki
Fisioterapis sering menyarankan latihan berikut untuk memperkuat lengkungan kaki dan otot pendukungnya:
Kapan Harus ke Dokter
Periksakan diri ke dokter bila mengalami nyeri, mati rasa, kelemahan, atau sering cedera di kaki dan pergelangan. Jika hanya satu kaki yang datar atau anak tidak memiliki lengkungan kaki hingga remaja, evaluasi medis diperlukan untuk memastikan tidak ada masalah lain seperti cedera ligamen atau neuropati.
Diagnosis bisa dilakukan dengan beberapa cara sederhana, misalnya memeriksa jejak kaki basah atau melihat pola aus pada sol sepatu. Namun, untuk kepastian, podiatris atau ortopedi dapat melakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk MRI atau rontgen bila dicurigai cedera jaringan.
