
Ilustrasi seseorang mengalami sesak napas. (Freepik)
JawaPos.com - Sesak napas yang muncul tiba-tiba sering membuat panik karena tubuh merasa udara tidak cukup masuk ke paru-paru.
Kondisi sesak napas ini dikenal dengan istilah medis dyspnea, yang dapat terjadi akibat masalah kesehatan ringan atau gangguan serius pada tubuh.
Meski begitu, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengatasi sesak napas tiba-tiba agar tidak semakin parah.
Berikut ini dilansir dari Halodoc.com, ada delapan cara yang dapat dicoba untuk membantu meredakan sesak napas secara mandiri.
1. Pursed Lip Breathing
Pursed lip breathing dilakukan dengan menarik napas lewat hidung lalu menghembuskannya perlahan melalui bibir yang dibuat seolah-olah bersiul.
Teknik ini membantu mengeluarkan udara terperangkap dalam paru-paru sekaligus membuat laju napas lebih terkontrol dan terasa lebih dalam.
Cara ini sangat berguna ketika sesak muncul saat beraktivitas berat, seperti menaiki tangga, mengangkat benda, atau menekuk badan.
Untuk hasil maksimal, pastikan otot leher dan bahu tetap rileks, lalu ulangi teknik pernapasan ini selama beberapa menit.
2. Duduk dengan Badan Condong ke Depan
Duduk di kursi dengan posisi condong ke depan bisa merilekskan tubuh sekaligus membuat pernapasan terasa lebih lega.
Langkahnya mudah, cukup letakkan siku di atas lutut atau pegang dagu dengan tangan sambil menjaga bahu tetap rileks.
Posisi ini membantu otot pernapasan bekerja lebih ringan sehingga udara dapat mengalir dengan lancar masuk dan keluar paru-paru.
Dengan begitu, rasa sesak bisa mereda perlahan dan tubuh terasa lebih tenang meskipun kondisi muncul tiba-tiba.
3. Duduk dengan Kepala Bersandar di Meja
Bila ada meja di depan, kamu bisa duduk lalu bersandar dengan meletakkan kepala di atas lengan atau bantal.
Posisi ini memberikan kenyamanan tambahan karena membantu dada tetap condong ke depan sehingga pernapasan menjadi lebih teratur.
Duduk bersandar di meja juga mampu mengurangi ketegangan otot dada dan leher, yang sering memperburuk sesak napas.
Selain itu, teknik sederhana ini membuat tubuh lebih rileks sehingga membantu pemulihan lebih cepat dari kondisi sesak mendadak.
4. Berdiri dengan Menyandarkan Punggung
Berdiri bersandar pada dinding membuat tubuh lebih rileks sekaligus mengurangi beban pada otot pernapasan yang sedang bekerja keras.
Cukup tempelkan punggung dan pinggul ke dinding, pisahkan kaki selebar bahu, lalu letakkan tangan di paha.
Setelah itu, condongkan tubuh sedikit ke depan sambil membiarkan bahu tetap rileks agar napas lebih terkontrol.
Teknik ini bisa dipakai saat tidak ada kursi atau meja di sekitar dan sesak napas terjadi tiba-tiba.
5. Berdiri dengan Bantuan Lengan
Jika ada meja atau perabot kokoh setinggi bahu, gunakan sebagai tumpuan lengan untuk membantu meredakan sesak napas.
Posisi ini membantu membuka rongga dada sehingga udara lebih mudah masuk dan keluar dari saluran pernapasan.
Jangan lupa pastikan leher tetap rileks, kepala bisa disandarkan di lengan untuk menambah kenyamanan.
Dengan begitu, tubuh mendapatkan postur stabil yang mampu meringankan kerja otot pernapasan secara alami.
6. Tidur dalam Posisi Santai
Sesak napas sering kali muncul saat tidur sehingga membuat pengidap terbangun dan sulit kembali beristirahat.
Cobalah tidur miring dengan bantal di antara kaki serta kepala ditinggikan menggunakan bantal tambahan agar saluran napas lebih lega.
Kamu juga bisa berbaring telentang dengan lutut ditekuk serta bantal diletakkan di bawah lutut untuk menjaga postur tubuh tetap rileks.
Kedua posisi tidur ini membantu mengurangi tekanan pada paru-paru sehingga sesak bisa berkurang secara perlahan.
7. Pernapasan Diafragma
Teknik pernapasan diafragma dilakukan dengan duduk santai, lalu meletakkan tangan di perut dan menarik napas perlahan melalui hidung.
Jika perut terasa mengembang, berarti udara masuk dengan baik, kemudian kencangkan otot perut saat menghembuskan napas melalui bibir mengerucut.
Ulangi teknik ini beberapa menit untuk melatih paru-paru agar bekerja lebih efisien dalam menghirup dan mengeluarkan udara.
Metode ini sering direkomendasikan karena efektif meningkatkan kapasitas pernapasan dan mengurangi sesak secara bertahap.
8. Menggunakan Kipas
Studi dalam Journal of Pain and Symptom Management menemukan kipas genggam dapat membantu mengurangi gejala sesak napas.
Hembusan udara dari kipas memberi sensasi adanya lebih banyak oksigen masuk ke dalam tubuh sehingga terasa lebih lega.
Meski begitu, penggunaan kipas hanya memberikan efek sementara dan tidak mengatasi penyebab medis yang mendasari sesak napas.
Namun, di sisi lain, menurut Medical News Today, cara ini masih kontroversial. Namun, masih bisa dicoba saat sesak muncul secara mendadak.
Sesak napas bisa menandakan masalah serius, tetapi delapan teknik sederhana di atas mampu membantu meredakan gejala dengan cepat.
Meski demikian, bila sesak napas terjadi berulang atau semakin berat, segera periksakan diri ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
Perlu diingat, sesak napas tidak boleh diabaikan karena bisa terkait dengan penyakit jantung atau paru-paru yang berisiko.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
