Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 September 2025 | 21.02 WIB

Jangan Anggap Sepele, Ini Ciri-Ciri Seseorang Terkena Rabies dan Cara Pertolongan Pertamanya

Ilustrasi seorang dokter hewan mengecek kondisi seekor anjing agar tidak terkena virus rabies (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi seorang dokter hewan mengecek kondisi seekor anjing agar tidak terkena virus rabies (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Rabies adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus rabies dan menyerang sistem saraf pusat, baik pada hewan maupun manusia. Virus rabies bernama lyssavirus yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui air liur hewan yang mengenai luka terbuka atau selaput lendir.

Penyakit ini biasanya menular melalui gigitan hewan yang terinfeksi, terutama anjing, kucing, atau kelelawar. Jenis penyakit ini termasuk dalam kategori zoonosis, alias penyakit yang menular akibat kontaminasi hewan.

Jangka Waktu Penularan

Waktu sejak infeksi virus hingga munculnya gejala (masa inkubasi) dapat berbeda-beda. Pada hewan, periode ini biasanya berlangsung sekitar 3–8 minggu. Sedangkan pada manusia, berkisar antara 2–8 minggu, tetapi dalam beberapa kasus bisa lebih singkat, sekitar 10 hari, atau justru lebih lama hingga 2 tahun.

Dikutip dari Halodoc, setelah masuk ke tubuh selama kurang lebih 2 minggu, virus tetap berada di area gigitan atau jaringan di sekitarnya. Setelah itu, virus akan bergerak menuju ujung serabut saraf posterior tanpa menimbulkan perubahan pada saraf tersebut. Selama perjalanan menuju otak, virus akan berkembang biak.

Saat berhasil mencapai otak, virus kemudian menyebar ke berbagai bagian neuron. Bagian neuron seperti sel-sel limbik, hipotalamus, serta batang otak akan terkena dampaknya.

Setelah memperbanyak diri di neuron pusat, virus rabies akan menyebar ke seluruh organ dan jaringan tubuh. Pada akhirnya, virus ini akan menginfeksi dan menyerang organ-organ vital dan jaringan penting lainnya.

Gejala jika Terkena Rabies

Umumnya tanda-tanda penyakit ini terlihat antara 30–90 hari setelah seseorang digigit hewan yang terinfeksi. Gejala biasanya muncul lebih cepat apabila gigitan atau cakaran terjadi di area tubuh yang dekat dengan otak, seperti kepala, leher, atau dada.

Gejala awalnya adalah suhu tubuh meningkat, sakit kepala, badan terasa lemas, dan kehilangan nafsu makan. Setelah fase itu, akan muncul gejala yang lebih spesifik ke arah rabies seperti kebingungan atau halusinasi, kesulitan menelan, serta takut air, dan mulut memproduksi banyak air liur.

Pertolongan pada Korban Rabies

Dikutip dari Alodokter, jika kamu menemukan kasus seseorang yang baru saja digigit hewan yang terkena rabies, lakukan cara-cara berikut:

  1. Bila bekas gigitan masih berdarah, tekan dan tutup luka menggunakan kain kasa atau kain bersih lainnya.
  2. Bersihkan luka menggunakan air mengalir dan sabun selama 10-15 menit.
  3. Segera cari cairan pembersih seperti alkohol (70%) atau antiseptik yang mengandung povidone iodine. Tuang dan oleskan langsung pada luka.
  4. Segera antar korban ke dokter atau rumah sakit. Setibanya di sana, pihak rumah sakit akan memberikan obat antirabies untuk membantu sistem imun melawan virus.
Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore