
Ilustrasi bahaya ultra processed food bagi kesehatan menurut penelitian
JawaPos.com - Mi instan, nugget, ciki, sereal manis, hingga makanan siap saji termasuk ultra processed food. Menurut penelitian, terlalu banyak konsumsi makanan ini berbahaya bagi kesehatan karena memicu 32 penyakit dan menaikkan risiko kematian dini hingga 50 persen.
Ultra processed food banyak dipilih karena praktis, enak, dan harganya murah. Padahal makanan ini mengandung kadar garam, gula, dan lemak yang tinggi serta kerap kali kurang bergizi.
Karena melalui sejumlah proses industri dan menggunakan berbagai zat kimia, ultra processed food dianggap tidak sehat. Sayangnya, masih banyak orang yang ketagihan menyantap makanan ini setiap harinya bahkan dalam jumlah besar.
Cari tahu efek buruk konsumsi Makanan ultra-olahan menurut studi di bawah ini.
Dampak Buruk Ultra Processed Food
Menurut riset 2024 yang dipublikasi The BMJ, dilansir Medical News Today, kebanyakan makan ultra processed food meningkatkan risiko penyakit jantung dan paru-paru, kanker, gangguan mental, hingga kematian dini.
Dalam studi tersebut, para peneliti meninjau 45 meta analisis yang membahas hubungan antara ultra processed food dan masalah kesehatan. Penelitian secara total melibatkan hampir sepuluh juta partisipan, yang diminta mengisi kuesioner tentang riwayat diet hingga informasi terakhir kali menyantap makanan olahan.
Mereka menemukan hubungan antara tingginya konsumsi ultra processed food dengan 32 penyakit seperti kanker payudara, kanker kolorektal, kanker pankreas, hipertensi, hiperglikemia, kondisi tidur dan kecemasan yang buruk, hingga asma dan obesitas.
Peneliti juga melaporkan adanya peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 50 persen dan risiko kematian akibat penyakit apa pun sebanyak 21 persen.
Terlalu banyak menyantap makanan ultra-olahan juga menaikkan risiko diabetes sebesar 12 persen, risiko depresi sebanyak 22 persen, dan risiko kecemasan dan gangguan mental sebesar 48-53 persen.
Dalam studi 2024 lainnya yang dipimpin oleh para peneliti Harvard TH Chan School of Public Health, mengutip ABC News, asupan ultra processed food juga meningkatkan risiko kematian dini.
Partisipan yang mengonsumsi banyak makanan olahan tersebut berisiko mengalami kematian empat persen lebih tinggi akibat penyebab apa pun. Mereka juga berisiko delapan persen lebih tinggi meninggal dunia akibat penyakit neurodegeneratif.
Mengapa Ultra Processed Food Dianggap Tidak Sehat?

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
