Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Agustus 2025 | 06.48 WIB

Dokter Kembangkan Stetoskop Berteknologi AI, Mampu Deteksi Penyakit Jantung dalam 15 Detik

Stetoskop berteknologi telah diuji coba ke ribuan pasien (Dok. The Guardian)

JawaPos.com - Stetoskop tradisional ditemukan pada tahun 1816. Alat yang digunakan untuk mendengarkan suara di dalam tubuh itu telah menjadi bagian penting dari peralatan setiap dokter selama lebih dari dua abad.

Kini sebuah tim telah merancang peningkatan teknologi tinggi pada alat stetoskop dengan kemampuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dapat mendiagnosis gagal jantung, penyakit katup jantung, dan irama jantung abnormal hanya dalam waktu 15 detik.

Dilansir dari The Guardian, stetoskop baru yang dikembangkan oleh peneliti di Imperial College London dan Imperial College Healthcare NHS Trust ini dapat menganalisis perbedaan kecil dalam detak jantung dan aliran darah yang tidak dapat dideteksi oleh telinga manusia, serta mengambil EKG (elektrokardiogram) lebih cepat pada saat yang sama.

Detail terobosan yang dapat meningkatkan diagnosis dini ketiga kondisi jantung tersebut dipresentasikan kepada ribuan dokter di kongres tahunan European Society of Cardiology di Madrid, konferensi jantung terbesar di dunia.

Diagnosis dini sangat penting untuk mencegah gagal jantung, penyakit katup jantung, dan irama jantung yang abnormal. Juga memungkinkan mereka yang membutuhkan obat penyelamat segera terdeteksi, sebelum mereka menjadi sakit parah.

Sebuah studi yang menguji stetoskop AI, melibatkan sekitar 12.000 pasien dari 200 praktik dokter umum di Inggris, meneliti mereka yang mengalami gejala seperti sesak napas atau kelelahan.

Mereka yang diperiksa menggunakan alat baru dua kali lebih mungkin didiagnosis dengan gagal jantung, dibandingkan dengan pasien serupa yang tidak diperiksa menggunakan teknologi tersebut.

Pasien tiga kali lebih mungkin didiagnosis dengan fibrilasi atrium, irama jantung abnormal yang dapat meningkatkan risiko terkena stroke.

Mereka hampir dua kali lebih mungkin didiagnosis menderita penyakit katup jantung, yaitu ketika satu atau lebih katup jantung tidak berfungsi dengan baik.

Dr. Patrik Bachtiger, dari National Heart and Lung Institute Imperial College London dan Imperial College Healthcare NHS Trust, mengatakan bahwa stetoskop AI merupakan terobosan luar biasa di abad 21.

"Desain stetoskop tidak berubah selama 200 tahun sampai sekarang. Jadi, sungguh luar biasa bahwa stetoskop pintar dapat digunakan untuk pemeriksaan selama 15 detik, dan kemudian AI dapat dengan cepat memberikan hasil tes yang menunjukkan apakah seseorang menderita gagal jantung, fibrilasi atrium, atau penyakit katup jantung," katanya.

Perangkat yang diproduksi oleh perusahaan asal California bernama Eko Health ini berukuran sekitar kartu remi. Alat ini diletakkan di dada pasien untuk merekam sinyal listrik dari jantung mereka, sementara mikrofonnya merekam suara darah yang mengalir melalui jantung.

Informasi ini dikirim ke cloud, area penyimpanan data online yang aman, untuk dianalisis oleh algoritma AI yang dapat mendeteksi masalah jantung halus yang mungkin terlewatkan oleh manusia.

Hasil tes, yang menunjukkan apakah pasien harus diberi tanda sebagai berisiko untuk salah satu dari tiga kondisi tersebut atau tidak, dikirim kembali ke ponsel pintar.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore