Ilustrasi seseorang yang mengalami nyeri haid (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Saat periode menstruasi, banyak perempuan yang mengalami nyeri atau dismenore. Kondisi ini bahkan sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari. Intensitas nyeri haid sebenarnya bervariasi dari yang ringan hingga sangat berat.
Nyeri ini biasanya dirasakan dibagian bawah perut dan dapat menjalar ke punggung bagian bawah hingga ke paha. Kondisi ini juga seringkali disertai dengan sakit kepala dan kelelahan yang dapat berlangsung selama beberapa hari.
Meskipun nyeri haid sering dianggap sebagai hal yang normal, tetapi jika intensitas nyerinya berlebihan, bisa jadi ada masalah kesehatan yang lebih serius.
Beberapa kondisi medis seperti endometriosis, miom, atau gangguan hormonal dapat memperparah rasa sakit haid yang datang. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memperhatikan pola nyeri yang dialami setiap bulannya.
Melansir dari Mayo Clinic, kram haid biasanya mulai muncul 1 hingga 3 sebelum menstruasi dimulai. Kemudian rasa nyeri ini akan mencapai puncaknya dalam 24 jam setelah menstruasi berlangsung, lalu secara bertahap mereda dalam kurun waktu 2 hingga 3 hari.
Pola inilah yang menjadi momen paling menyiksa setiap bulannya bagi sebagian perempuan. Bahkan dalam beberapa kasus, ada perempuan yang sampai pingsan karena nyeri haid yang tidak tertahankan.
Untuk mengurangi rasa nyeri ketika haid, Hello Sehat memberikan beberapa tips sederhana yang bisa dicoba sebelum kamu memutuskan untuk mengonsumsi obat-obatan.
1. Mengompres Perut
Kompres hangat pada area perut bagian bawah dapat membantu merelaksasikan otot-otot rahim yang sedang berkontraksi. Panas membantu meningkatkan aliran darah ke area yang nyeri dan mengurangi ketegangan otot.
Kamu dapat menggunakan heating pad, handuk yang direndam dengan air hangat, atau botol yang diisi dengan air panas. Kemudian kompres selama 15-20 menit atau sampai rasa nyerinya hilang.
2. Olahraga Ringan
Aktivitas fisik yang ringan seperti berjalan kaki atau yoga dapat membantu mengurangi kram haid. Olahraga merangsang pelepasan endorfin yang merupakan hormon pereda nyeri alami tubuh.
Selain itu, olahraga juga dapat melancarkan sirkulasi darah, sehingga rasa sakit dapat berkurang perlahan-lahan. Namun, hindari olahraga berat karena dapat memperparah kontraksi pada rahim.
3. Akupunktur

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
