
Semangkuk kacang almond (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Kesehatan oksidatif seseorang berkaitan dengan kemampuan tubuh menjaga keseimbangan antara dua molekul penting, yaitu radikal bebas dan antioksidan. Jika keseimbangan ini terganggu, maka sel-sel tubuh bisa mengalami kerusakan.
Kondisi ketidakseimbangan ini disebut stres oksidatif, yang bisa disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat seperti merokok, kurang bergerak, konsumsi alkohol berlebihan, serta pola makan yang buruk. Selain itu, faktor lingkungan seperti polusi dan radiasi juga berperan.
Dilansir dari Medical News Today, Rosario Ligresti, MD, kepala Divisi Gastroenterologi di Hackensack University Medical Center, menyatakan bahwa penting bagi peneliti menemukan cara untuk menurunkan stres oksidatif. Ketidakseimbangan radikal bebas dan antioksidan adalah penyebab mendasar dari berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, kanker, gangguan saraf, serta proses penuaan.
Jennifer Cheng, DO, pakar endokrinologi, menambahkan bahwa stres oksidatif bisa merusak pankreas sehingga mengganggu produksi insulin, menyebabkan resistensi insulin, dan merusak pembuluh darah. Hal ini meningkatkan risiko serangan jantung maupun stroke.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa makanan kaya antioksidan, seperti sayuran hijau, buah jeruk, beri, dan kacang-kacangan, dapat membantu mengurangi risiko stres oksidatif.
Baru-baru ini, sebuah studi dalam jurnal Scientific Reports menemukan bahwa konsumsi sekitar 60 gram (2 ons) almond per hari dapat membantu menurunkan stres oksidatif, meningkatkan kesehatan oksidatif, serta berpotensi memperpanjang usia sehat.
Peneliti menganalisis delapan studi dengan total 424 peserta, termasuk individu sehat maupun mereka yang memiliki obesitas, merokok, atau menderita penyakit kronis seperti kolesterol tinggi dan penyakit jantung.
Jumlah almond yang dikonsumsi berkisar antara 5–168 gram per hari selama 4–24 minggu. Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi lebih dari 60 gram almond per hari secara signifikan menurunkan biomarker kerusakan sel.
Almond sebagai Sumber Antioksidan Alami
Temuan ini tidak mengejutkan karena almond kaya akan vitamin E dan polifenol, senyawa antioksidan yang dikenal mampu melawan kerusakan sel. Konsumsi almond dalam jumlah cukup dapat memberikan efek biologis nyata serta menjadi strategi makanan yang mudah diakses untuk pencegahan penyakit.
Jennifer Cheng juga menambahkan, almond bisa menjadi camilan sehat bagi penderita diabetes tipe 2 yang ingin mengurangi stres oksidatif. Namun, ia mengingatkan bahwa 60 gram almond setara dengan sekitar 350 kalori, sehingga sebaiknya menggantikan camilan tidak sehat seperti keripik, bukan ditambahkan di luar pola makan harian.
Cara Mudah Menambahkan Almond ke Pola Makan
Ahli gizi Monique Richard, MS, RDN, menyarankan berbagai cara menikmati almond tanpa bosan, di antaranya:
Jika memiliki alergi almond atau ingin variasi makanan lain sebagai sumber antioksidan, berkonsultasilah dengan ahli gizi untuk mendapatkan alternatif terbaik.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
