Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 17.14 WIB

Sakit Kepala Tak Kunjung Reda? Waspadai Gejala yang Harus Diperiksakan ke Dokter Saraf

Ilustrasi sakit kepala berat. (Canva) - Image

Ilustrasi sakit kepala berat. (Canva)

JawaPos.com - Sakit kepala sering kali dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda gangguan serius yang memerlukan pemeriksaan ke dokter saraf.

Dilansir dari Alodokter.com, sakit kepala berbahaya biasanya tidak kunjung reda. Lalu disertai gejala tambahan yang patut diwaspadai.

Gejala tersebut misalnya kehilangan keseimbangan, gangguan bicara, kelemahan tubuh, dan sakit kepala yang muncul tiba-tiba sangat berat.

Sakit kepala yang kambuh lebih dari dua kali seminggu juga dapat menjadi indikasi perlunya pemeriksaan saraf secara menyeluruh.

Jika sakit kepala tidak mereda meski konsumsi obat, kondisi itu bisa menjadi tanda adanya masalah medis yang lebih serius.

Beberapa gejala yang mengiringi, seperti muntah, pusing, mual, leher kaku, atau demam, juga wajib segera diperiksakan.

Sakit kepala setelah cedera kepala, aktivitas fisik berat, atau disertai kejang juga termasuk tanda yang membutuhkan perhatian medis.

Tidak hanya itu, sakit kepala parah disertai mata merah dan gangguan penglihatan bisa menjadi tanda masalah kesehatan mata serius.

Bahkan, kondisi sakit kepala yang dibarengi penurunan berat badan drastis juga perlu segera dievaluasi oleh dokter saraf.

Sakit kepala yang mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama pada penderita kanker atau HIV/AIDS, tidak boleh diabaikan begitu saja.

Jika mengalami salah satu atau dua gejala sakit kepala di atas, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter spesialis saraf untuk penanganan yang tepat.

Mengutip Klikdokter.com, dokter biasanya akan melakukan wawancara medis untuk mengetahui riwayat sakit kepala yang dialami pasien.

Pemeriksaan fisik neurologis akan dilakukan guna memastikan adanya gangguan saraf yang mungkin menyebabkan keluhan sakit kepala.

Jika diperlukan, pasien dapat menjalani pemeriksaan penunjang seperti tes darah, urine, EEG, CT scan, atau MRI otak.

Langkah ini penting agar penyebab sakit kepala dapat teridentifikasi dengan jelas sehingga penanganan bisa lebih tepat sasaran pada pasien.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore