Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Agustus 2025 | 15.00 WIB

Dua Juta WNI Memilih Berobat ke Luar Negeri Setiap Tahun, Mampukah Rumah Sakit Indonesia Bersaing?  

Foto drone pemandangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, Bali. (Hendra Eka/JawaPos.com) - Image

Foto drone pemandangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, Bali. (Hendra Eka/JawaPos.com)

JawaPos.com - Fenomena Warga Negara Indonesia (WNI) memilih berobat ke luar negeri terus menjadi sorotan. Apalagi baru-baru ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyebut angkanya mencapai jutaan pasien.

"Kalau kita lihat dari data-data yang kita dapatkan beberapa tahun terakhir Bapak Presiden, kita bisa lihat 2 juta masyarakat Indonesia berobat di luar negeri," ujar Erick dalam sambutannya di acara peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur di Badung, Bali, (25/6). 

Jika dinominalkan, dua juta WNI yang berobat di luar negeri bisa diprediksi menghabiskan biaya hingga Rp 50 triliun per tahun. Fantastis.

Mengenai fenomena ini, JawaPos.com menghubungi Kementerian Kesehatan untuk mengetahui data terbaru.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi tidak secara eksplisit menyatakan data tersebut. Namun jika diperkirakan, kebocoran devisa triliunan rupiah itu bisa terjadi jika didasarkan pada data yang dipaparkan Erick Thohir. 

"Data pasti tentang jumlah masyarakat yang berobat keluar negeri belum tersedia. Angka potensi ini berdasarkan estimasi perkiraan masyarakat yang berobat keluar negeri," ujar Nadia saat dihubungi wartawan JawaPos.com Tazkia Royyan Hikmatiar, Jumat (15/8).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi.

Lantas, bagaimana kesiapan rumah sakit di Indonesia mengantisipasi fenomena pasien kabur ke luar negeri?

Reporter JawaPos.com Novia Herawati di Surabaya dan Dimas Choirul di Jakarta menghubungi dua rumah sakit berstandar internasional, Mayapada Healthcare dan Ciputra Hospital, untuk mengetahui apa saja strategi yang telah diresepkan dua rumah sakit populer itu.

  • Kolaborasi Institusi dan Targetkan Pasien Kelas Atas 

President Director & CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, melihat tren ini bukan semata sebagai tantangan, melainkan peluang untuk melakukan lompatan besar dalam pelayanan kesehatan dalam negeri.

“Kami optimistis bisa menjadi game changer dalam meningkatkan standar layanan kesehatan di Indonesia sehingga dapat mengurangi kecenderungan berobat ke luar negeri," ujarnya saat wawancara khusus dengan JawaPos.com, Jumat (15/8).

Untuk mewujudkan target tersebut, Mayapada Healthcare menyiapkan strategi menyeluruh. Fokusnya adalah menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional, didukung teknologi canggih dan tim medis profesional.


“Kami mendorong kolaborasi bersama institusi layanan kesehatan ternama di dunia untuk terus menguatkan patient safety, quality of care, dan operational excellence untuk patient experience yang lebih baik," imbuh Navin Sonthalia.


Adapun langkah strategis yang telah dijalankan, antara lain bermitra dengan Apollo Hospitals India, National University Hospital (NUH) Singapura, dan mitra global lain. Kolaborasi ini mencakup pelatihan berkelanjutan, transfer knowledge, dan sinergi keahlian untuk menangani kasus kompleks, pembedahan tingkat lanjut, hingga transplantasi organ. 

Di samping itu, juga melakukan Inovasi teknologi medis seperti bedah robotik ortopedi (Johnson & Johnson MedTech), teknologi diagnostik PET CT dan SPECT CT (Siemens Healthineers), hingga diagnostik presisi berbasis AI untuk skrining jantung dan diabetes.

Kedepan, teknologi 3D printing akan dihadirkan untuk mendukung pelatihan bedah pada prosedur kompleks. 

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore