Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Agustus 2025 | 01.28 WIB

7 Cara Efektif Kelola Penyakit Radang Usus agar Gejala Tidak Mudah Kambuh

Ilustrasi penderita penyakit radang usus (Freepik) - Image

Ilustrasi penderita penyakit radang usus (Freepik)

JawaPos.com – Penyakit radang usus dapat dikelola secara efektif dengan kombinasi pengobatan dan gaya hidup sehat yang konsisten.

Perawatan yang tepat membantu mengurangi kekambuhan, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup jangka panjang.

Inflammatory Bowel Disease (IBD) atau penyakit radang usus adalah istilah umum untuk peradangan kronis pada saluran pencernaan, terutama penyakit Crohn dan kolitis ulseratif.

"IBD ditandai dengan peradangan menetap dan memerlukan pengelolaan jangka panjang sesuai jenisnya," ujar Ashkan Farhadi, ahli gastroenterologi dari Memorial Care Orange Coast Medical Center, California.

Minum obat sesuai jadwal membantu mencegah flare-up. Selalu konsultasikan efek samping ke tim medis untuk penyesuaian dosis.

2. Pantau Gejala dan Pemicunya

Catatan harian gejala membantu mengidentifikasi makanan atau aktivitas pemicu. IBD berbeda dari IBS, tetapi beberapa pemicu seperti makanan pedas atau stres bisa memperburuk kondisi.

Gunakan jurnal atau aplikasi untuk mencatat waktu kambuh dan konsumsi harian. Identifikasi pemicu akan memudahkan adaptasi pola hidup.

3. Terapkan Pola Makan Padat Nutrisi

Penderita IBD, khususnya penyakit Crohn, rentan mengalami kekurangan nutrisi. Makanan tinggi zat besi, vitamin B12, dan protein sangat dianjurkan untuk menjaga kondisi tubuh.

Hindari makanan berlemak tinggi, olahan susu, atau alkohol saat peradangan aktif. Utamakan sayuran yang dimasak, nasi putih, dan protein rendah lemak.

4. Tidur Berkualitas dan Teratur

Tidur cukup membantu tubuh memperbaiki sel dan mengontrol inflamasi. Kekurangan tidur dikaitkan dengan peningkatan risiko flare-up IBD.

Tidur malam minimal 7 jam per hari dengan jadwal teratur direkomendasikan. Gunakan teknik relaksasi sebelum tidur seperti meditasi ringan atau napas diafragma.

5. Kelola Stres dengan Teknik Relaksasi

Tekanan emosional dapat memperburuk gejala meskipun bukan penyebab IBD. Yoga, berjalan pagi, atau terapi perilaku kognitif bisa membantu menenangkan sistem saraf.

Rekomendasi: luangkan waktu 15–30 menit setiap hari untuk aktivitas tenang. Jika perlu, pertimbangkan konseling profesional sebagai bagian dari strategi manajemen.

6. Hindari Merokok dan Alkohol

Kebiasaan merokok memperparah gejala, terutama pada penyakit Crohn. Alkohol juga dapat mengiritasi saluran pencernaan dan memicu inflamasi.

Berhenti total lebih efektif dibanding sekadar mengurangi frekuensi. Konsultasi dengan layanan berhenti merokok bisa menjadi langkah awal.

7. Rutin Pemeriksaan Medis Berkala

Pemantauan melalui endoskopi, pencitraan, dan tes darah sangat penting. Deteksi dini perubahan kondisi mempercepat respons terapi.

Jadwal pemeriksaan ditentukan berdasarkan tingkat keparahan dan riwayat flare-up. Ikuti jadwal kontrol dan segera laporkan perubahan gejala.

Perawatan IBD yang teratur dan strategi gaya hidup yang tepat dapat membantu mengurangi kekambuhan serta mempertahankan remisi lebih lama.
Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore