
Ilustrasi orang yang mengalami sembelit. (Freepik)
JawaPos.com - Sembelit merupakan salah satu gangguan pencernaan yang cukup umum dialami masyarakat Indonesia.
Masalah ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Sembelit, atau dalam istilah medis disebut konstipasi, adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan buang air besar (BAB), frekuensi BAB menjadi lebih jarang dari biasanya, atau tekstur tinja menjadi keras sehingga sulit untuk dikeluarkan.
Menurut informasi dari laman bladderandbowel.org, seseorang bisa dikatakan mengalami sembelit apabila intensitas buang air besar kurang dari tiga kali dalam satu minggu.
Kondisi ini bisa bersifat sementara, tetapi tidak menutup kemungkinan berubah menjadi masalah jangka panjang apabila tidak segera ditangani.
Berdasarkan ulasan yang dimuat dalam medicalnewstoday.com, penyebab sembelit bisa beragam.
Faktor-faktor seperti pola makan yang rendah serat, kurangnya konsumsi cairan, kebiasaan menahan BAB, kurang aktivitas fisik, efek samping obat-obatan tertentu, hingga gangguan kesehatan seperti irritable bowel syndrome (IBS) bisa menjadi pemicu.
Bila sedang mengalami kesulitan buang air besar, tak perlu langsung panik. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu meredakan gejala sembelit. Berikut beberapa cara efektif yang dapat dicoba.
1. Hentikan Kebiasaan Menahan Buang Air Besar
Menunda keinginan untuk buang air besar dapat memperburuk kondisi sembelit. Saat feses tertahan terlalu lama di usus besar, tubuh akan menyerap lebih banyak air dari kotoran tersebut.
Akibatnya, tekstur tinja menjadi keras dan makin sulit dikeluarkan. Oleh karena itu, biasakan untuk segera ke toilet begitu muncul dorongan BAB.
2. Mengonsumsi Buah yang Kaya Serat dan Laksatif Alami
Buah-buahan seperti apel, stroberi, pir, dan jeruk mengandung serat tinggi dan juga laksatif alami yang membantu mempercepat proses pencernaan.
Kandungan ini berperan penting dalam melembutkan tekstur feses serta memperlancar pergerakan usus, sehingga membantu mengatasi sembelit secara efektif.
3. Olahraga Ringan Secara Rutin
Beraktivitas fisik seperti berjalan kaki selama 10–15 menit setiap hari bisa membantu meningkatkan pergerakan usus.
Bila sudah terbiasa, aktivitas bisa ditingkatkan menjadi bersepeda, berenang, atau jogging. Olahraga teratur sangat penting dalam menjaga kelancaran sistem pencernaan dan mengurangi risiko sembelit.
4. Rutin Mengonsumsi Biji-Bijian Utuh
Biji-bijian utuh seperti beras merah, sereal gandum utuh, dan roti berbahan dasar gandum memiliki kandungan serat yang tinggi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
