Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Mei 2025 | 16.09 WIB

Toxic Stress Bisa Ganggu Perkembangan Anak: Ini Dampak dan Cara Mengatasinya!

Anak kecil yang mengalami stres. (Pexels/Photo by Mikhail Nilov) - Image

Anak kecil yang mengalami stres. (Pexels/Photo by Mikhail Nilov)

JawaPos.com - Stres adalah bagian alami dari kehidupan, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Namun, tidak semua stres berdampak sama.

Ketika stres terjadi secara intens dan berkepanjangan tanpa adanya dukungan dari orang dewasa yang dipercaya, kondisi ini bisa berkembang menjadi toxic stress—sebuah bentuk stres yang dapat mengganggu perkembangan otak serta kesehatan fisik dan mental anak dalam jangka panjang.

Dilansir dari Healthline pada Minggu (25/05), toxic stress umumnya muncul akibat pengalaman traumatis di masa kanak-kanak yang tidak ditangani dengan baik. Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu toxic stress, tanda-tanda yang perlu diwaspadai, dampaknya terhadap kesehatan, hingga langkah-langkah mendukung anak yang mengalaminya.

Apa Itu Toxic Stress?

Toxic stress adalah respons stres berat yang terjadi secara berkepanjangan dan tanpa adanya dukungan dari orang dewasa yang dipercaya, seperti orang tua atau pengasuh. Stres semacam ini umumnya dialami oleh anak-anak yang tidak memiliki sistem dukungan emosional saat menghadapi situasi traumatis atau pengalaman buruk dalam hidupnya.

Pengalaman buruk yang bisa memicu toxic stress dikenal sebagai Adverse Childhood Experiences (ACEs). Ini adalah peristiwa traumatis yang terjadi sebelum usia 18 tahun. Contohnya termasuk kekerasan fisik, seksual, atau emosional; pengabaian; menyaksikan kekerasan di rumah; perceraian orang tua; tinggal bersama anggota keluarga yang memiliki gangguan mental atau kecanduan; hingga pengalaman diskriminasi, kemiskinan, atau kehilangan orang tua.

Tanpa pendampingan dan kenyamanan dari orang dewasa, anak-anak tidak mampu membangun keterampilan untuk mengendalikan respons stres tubuhnya. Akibatnya, sistem stres tubuh mereka akan terus aktif, yang dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan otak dan tubuh.

Tanda-Tanda Anak Mengalami Toxic Stress

Toxic stress tidak selalu terlihat jelas. Namun, ada beberapa tanda yang bisa membantu orang tua atau pengasuh mengidentifikasi apakah seorang anak sedang mengalaminya:

  • Anak terlihat cemas, gelisah, atau selalu dalam kondisi siaga
  • Menjadi tertutup dan menarik diri, terutama pada anak usia dini
  • Menunjukkan perilaku membahayakan diri sendiri, terutama pada remaja
  • Sering mengalami tantrum atau ledakan emosi
  • Mengompol kembali atau mengalami mimpi buruk
  • Sulit untuk bersantai atau merasa tenang
  • Mudah marah dan tersinggung
  • Mengalami gangguan tidur
  • Sering mengeluh sakit perut atau sakit kepala tanpa penyebab medis yang jelas

Tanda-tanda ini bisa bervariasi tergantung usia anak, tetapi bila berlangsung terus-menerus, penting untuk segera mencari bantuan profesional.

Dampak Toxic Stress terhadap Kesehatan

Dampak toxic stress tidak hanya bersifat jangka pendek. Jika tidak ditangani, stres ini bisa memicu berbagai masalah kesehatan mental dan fisik, bahkan hingga anak tumbuh dewasa.

Penelitian menunjukkan bahwa trauma masa kecil yang terjadi dalam tiga tahun pertama kehidupan berkaitan dengan risiko lebih tinggi terhadap berbagai penyakit kronis, seperti:

  • Penyakit ginjal
  • Diabetes
  • Penyakit kardiovaskular
  • Obesitas
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Asma

Selain itu, toxic stress juga berpengaruh pada kesehatan mental anak. Mereka lebih rentan mengalami:

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore