Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Mei 2025 | 07.40 WIB

Mitos dan Fakta Seputar Menstruasi: Benarkah Minum Air Es Bisa Membekukan Darah dan Soda Bisa Melancarkan Haid?

ilustrasi air es yang memiliki manfaat untuk kesehatan - Image

ilustrasi air es yang memiliki manfaat untuk kesehatan

JawaPos.com - Menstruasi sering kali dikaitkan dengan berbagai mitos yang berkembang di masyarakat. Beberapa di antaranya adalah larangan minum air es saat haid karena dianggap bisa membekukan darah atau anggapan bahwa minuman bersoda dapat melancarkan menstruasi.

Mitos-mitos seperti ini sering membuat wanita khawatir dan ragu dalam menjalani aktivitas sehari-hari selama siklus haid berlangsung.

Dilansir dari laman YouTube Tanya Dokter, dokter spesialis kandungan Dr. Pita Merahini Priambodo, Sp.OG(K), menjelaskan fakta-fakta ilmiah di balik berbagai mitos menstruasi yang sering beredar.

Banyak wanita yang masih salah paham mengenai kondisi tubuh mereka saat menstruasi, sehingga sering kali mengikuti informasi yang kurang tepat.

Oleh karena itu, penting untuk memahami fakta medis agar tidak terjebak dalam kesalahpahaman yang bisa berdampak pada kesehatan.

Dalam pembahasan ini, kita akan mengupas lima mitos dan fakta seputar menstruasi yang telah ditanyakan oleh followers Instagram RS Pondok Indah. Mulai dari mitos darah haid yang dianggap kotor hingga anggapan bahwa nyeri haid adalah sesuatu yang wajar dan harus diterima.

Dengan pemahaman yang benar, wanita bisa lebih bijak dalam menjaga kesehatan reproduksi mereka.

1. Minum Air Es Bisa Membekukan Darah Menstruasi

Banyak orang percaya bahwa minum air es saat haid bisa menyebabkan darah membeku dan menghambat keluarnya menstruasi. Namun, ini adalah mitos! Air es yang diminum tidak langsung berhubungan dengan aliran darah dalam tubuh, termasuk darah menstruasi.

Menstruasi terjadi karena peluruhan dinding rahim, bukan karena perubahan suhu makanan atau minuman yang dikonsumsi. Jadi, minum air es saat haid tetap aman dan tidak berpengaruh pada kelancaran menstruasi.

2. Stres Bisa Mengganggu Siklus Menstruasi

Tidak seperti mitos sebelumnya, anggapan bahwa stres dapat memengaruhi siklus menstruasi adalah fakta. Ketika seseorang mengalami stres berkepanjangan, tubuh akan memproduksi hormon kortisol yang dapat mengganggu keseimbangan hormon estrogen dan progesteron.

Akibatnya, siklus haid bisa menjadi tidak teratur, terlambat, atau bahkan berhenti sementara. Selain stres, gangguan menstruasi juga bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan lain seperti PCOS, diabetes, atau hipertensi.

3. Darah Haid adalah Darah Kotor

Sebagian besar orang masih percaya bahwa darah menstruasi adalah darah kotor yang harus dikeluarkan dari tubuh. Faktanya, secara medis darah haid bukanlah darah kotor, melainkan darah yang berasal dari peluruhan dinding rahim yang mengandung sel darah dan jaringan rahim.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore