
Bayer mengumumkan pencapaian dalam ajang tahunan Pharma Media Day. (Istimewa)
JawaPos.com–Bayer baru saja mengumumkan pencapaian dalam ajang tahunan Pharma Media Day, termasuk penyelesaian sembilan uji klinis Fase III 2024, dan deretan peluncuran obat revolusioner tahun ini. Mulai dari kanker prostat, gagal jantung, hingga gejala menopause.
Presiden Divisi Pharmaceuticals Bayer Stefan Oelrich menjelaskan, bayer melakukan investasi besar dalam bidang penelitian dan pengembangan (R&D) guna mempercepat inovasi medis dan membangun pipeline (jalur pengembangan obat) yang terdiferensiasi untuk pertumbuhan jangka panjang di berbagai bidang terapeutik utama, termasuk onkologi, penyakit kardiovaskular, neurologi, penyakit langka, dan imunologi. Pihaknya juga membuat kemajuan signifikan dalam platform terapi sel dan gen.
”Tahun ini menjadi tahun peluncuran penting. Kami telah mengerahkan segala upaya untuk memaksimalkan kekuatan pengembangan obat-obatan,” ujar Stefan Oelrich.
Beberapa terapi yang akan dihadirkan perusahaan multinasional asal Jerman di antaranya memperluas portofolio kardiologi dengan terapi baru untuk transthyretin amyloid cardiomyopathy (kardiomiopati amiloid yang dimediasi transthyretin) di Eropa. Selain itu, pilihan pengobatan baru untuk pasien gagal jantung dan fraksi ejeksi ventrikel kiri 40 persen atau lebih jenis gagal jantung yang umum terjadi, akan tersedia pada akhir 2025.
”Pengobatan inovatif bebas hormon untuk meringankan gejala vasomotor sedang hingga berat pada perempuan menopause. Dan opsi pengobatan baru untuk pria dengan kanker prostat metastatik yang sensitif terhadap hormon, semakin memperkuat posisi Bayer sebagai pemimpin di bidang ini,” papar Stefan Oelrich.
Sementara itu, Wakil Presiden Eksekutif Strategi Produk Global dan Komersialisasi dan Anggota Tim Kepemimpinan Divisi Pharmaceuticals Bayer Christine Roth menambahkan, pihaknya masih menunggu persetujuan regulasi untuk pengobatan onkologi di tahun ini.
”Kami menantikan persetujuan regulasi untuk pengobatan onkologi yang menjanjikan di tahun ini, yang menekankan komitmen kami terhadap inovasi dalam bidang kesehatan,” ucap Christine Roth.
Dia menjelaskan, pihaknya juga mencetak tonggak sejarah melalui terapi gen dan sel untuk penyakit parkinson. Dengan status RMAT (Regenerative Medicine Advanced Therapy) dari FDA, dua terapi eksperimental Bayer kini tengah dalam Fase II dan Fase III, dan siap diluncurkan.
”Saat ini terapi Radionuklida Tertarget (TRT) juga jadi andalan dengan dua kandidat berbasis aktinium-225 sedang diuji. Kami juga menggandeng Vividion untuk memperkuat teknologi kemoproteomik lewat akuisisi Tavros Therapeutics,” ungkap Christine Roth.
Dia menambahkan, untuk perempuan menopause, obat non-hormonal untuk meredakan gejala panas dan gangguan tidur juga siap diluncurkan. Hasil uji klinis Fase III menunjukkan hasil yang memuaskan. Obat ini diproyeksi rilis di AS dan Eropa akhir tahun ini.
”Kami mengembangkan terapi gen untuk gagal jantung dan parkinson. Dengan teknologi adeno-associated virus (AAV), menargetkan pemulihan fungsi neuron dopamin dan memperlambat progresi penyakit neurologis ini,” imbuh Christine Roth.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
