Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 Maret 2025 | 21.38 WIB

Golden Period Tentukan Nasib Pasien Stroke, Ini Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan

Ilustrasi: Pertolongan pertama pasien stroke. (Mediniz).

 
JawaPos.com - Selain serangan jantung, stroke merupakan salah satu penyakit pembunuh yang ditakuti banyak orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Stroke adalah penyakit mematikan yang dapat menyebabkan kematian dan kecacatan. 
 
Stroke dapat terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, sehingga otak tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi. Namun, stroke sendiri bukan penyakit yang datang tanpa gejala.
 
Stroke dapat dikenali dengan tanda-tanda tubuh tertentu. Seperti misalnya sakit kepala berat dan tiba-tiba, kelemahan pada wajah, lengan, dan kaki, gangguan berbicara, gangguan berjalan, muntah dan penurunan kesadaran.
 
Mengingat berbahayanya penyakit ini, dibutuhkan penanganan yang tepat bahkan saat pertolongan pertamanya. Sebab dalam kondisi darurat, terutama stroke, setiap detik bisa menjadi sangat berharga. 
 
Dalam istilah medis, pertolongan pertama pada stroke disebut sebagai pre-hospital, langkah krusial dalam penanganan stroke karena stroke memerlukan intervensi medis dalam “golden period”, yaitu waktu emas 4,5 jam dari sejak stroke terjadi. 
 
 
Pada golden period ini merupakan fase yang penting di mana penanganan medis yang tepat dapat meminimalkan kerusakan otak. Efek kecacatan dari penyakit stroke juga bisa ditekan jika cepat ditangani dan masih dalam fase golden period.
 
Tindakan cepat dan tepat dalam penanganan stroke dapat meminimalkan kerusakan otak, mengurangi kecacatan, hingga menghindarkan pasien dari kematian. 
 
Jika sudah mengenali tanda-tanda darurat stroke yang dijabarkan di atas, sembari menunggu pertolongan medis atau ambulans, Anda perlu melakukan tindakan pertolongan pertama. 
 
Jika pasiennya sadar, posisikan pengidap dengan kepala dan bahu berada pada posisi lebih tinggi. Anda bisa menggunakan sesuatu yang empuk sebagai bantalan dan jaga suhunya tubuhnya tetap nyaman.
 
Longgarkan semua pakaian yang tampak ketat dan pastikan jalan napasnya bersih, tidak tersumbat, dan tidak sesak. Perlu diketahui juga, hindari memberikan makanan atau minuman saat memberikan pertolongan pertama pada pasien stroke.
 
Namun jika pasien stroke tidak sadarkan diri atau pingsan, periksa apakan dada pengidap tampak naik. Dengarkan apakah ia bisa bernapas.
 
Jika orang tersebut tidak bernapas, bersiaplah untuk melakukan resusitasi kardiopulmoner (CPR). Biarkan pengidap berbaring telentang dan berlututlah di samping pengidap dan berikan 30 kompresi. 
 
Dorong secara keras dan cepat atau berikan napas bantuan. Lakukan ini dengan memiringkan kepala ke belakang dan mengangkat dagunya. Berikan napas bantuan dengan menutup hidung dan berikan napas mulut ke mulut.
 
Lakukan serangkaian kompresi dan napas buatan sampai pengidap menunjukkan adanya tanda kehidupan, atau setidaknya sampai tenaga medis tiba. 
 
Terkait dengan pre-hospital pada pasien stroke, Dr. dr. Wahyuni Dian Purwati, Sp.EM, dokter spesialis emergency medicine Grup RS Siloam mengingatkan, tindakan cepat dan tepat dalam penanganan stroke dapat meminimalkan kerusakan otak, mengurangi kecacatan, hingga menghindarkan pasien dari kematian. 
 
Di Siloam sendiri memiliki layanan pre-hospital stroke Siloam Ambulance Call Center (SACC) yang meraih EMS Angels Award. EMS Angels Award merupakan penghargaan yang diberikan kepada tim layanan medis darurat (Emergency Medical Services/EMS) yang menunjukkan keunggulan dalam penanganan pasien stroke sebelum tiba di rumah sakit (pre-hospital). 
 
Penghargaan ini merupakan bagian dari Angels Initiative, sebuah organisasi non-profit global yang berfokus pada peningkatan kualitas perawatan stroke di seluruh dunia dan disebut sudah berhasil mencapai tingkat prenotifikasi 100 persen, membantu penanganan pasien stroke secara cepat dan tepat.
 
“Penghargaan yang diperoleh ini merupakan langkah awal yang baik untuk perkembangan SACC ke depannya," kata dr. Wahyuni melalui keterangannya.
 
Diklaim bahwa keberhasilan SACC dalam meningkatkan layanan pre-hospital berdampak besar terhadap tingkat kesembuhan pasien stroke. Dengan penanganan yang lebih cepat dan terkoordinasi, pasien memiliki peluang yang lebih besar untuk pulih dengan minim komplikasi.
 
Ke depan, SACC akan terus mengembangkan sistem terintegrasi dengan rumah sakit di seluruh Indonesia. Sistem ini akan memungkinkan pelacakan rekam medis pasien secara digital, sehingga tim medis dapat mengambil keputusan yang lebih cepat dan akurat berdasarkan riwayat kesehatan pasien.
 
Lebih lanjut dr. Wahyuni menjelaskan, peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya layanan ambulans juga menjadi prioritas. Banyak masyarakat yang belum memahami kapan harus menggunakan layanan ambulans dan bagaimana mendeteksi gejala stroke sejak dini. 
 
Oleh karena itu, edukasi publik akan terus digencarkan agar lebih banyak orang yang bisa mendapatkan manfaat dari layanan pre-hospital yang berkualitas.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore