ilustrasi infeksi jamur di leher. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com – Infeksi jamur kulit sering kali dianggap sepele. Padahal dapat menular dan memengaruhi siapa saja dan bisa bertambah buruk jika tidak segera ditangani.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI tahun 2023, penderita jamur kulit di Indonesia mencapai 40 juta orang. Beberapa penyebabnya ialah kondisi suhu di Indonesia dan aktivitas yang dilakukan masyarakat di luar ruangan.
Diungkapkan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr. Ulul Albab, Sp.OG, bagi mereka yang sering beraktivitas di luar ruangan, ada beberapa faktor yang perlu diwaspadai terkait infeksi jamur kulit. Kelembaban dan panas yang tinggi di negara tropis seperti Indonesia dapat mempercepat pertumbuhan jamur.
Baca Juga: Viral 18.000 Pegawai PU di Rumahkan, Menteri Dody: Masa Dirumahkan? Mungkin Habis Kontrak
Selain itu, keringat berlebihan akibat olahraga atau pekerjaan di luar ruangan dan kurang menjaga kebersihan kulit menciptakan lingkungan yang ideal bagi jamur untuk berkembang. Kontak langsung dengan permukaan yang terkontaminasi, seperti berbagi handuk, sepatu, atau pakaian, juga meningkatkan risiko infeksi.
“Serta, kondisi di beberapa daerah yang mengalami banjir di musim penghujan seperti sekarang ini juga dapat meningkatkan risiko seseorang terserang infeksi jamur kulit,” jelas dr. Ulul.
Untuk itu, infeksi jamur kulit harus diobati dengan rutin dan sesuai dosis anjuran, agar jamur dapat dibasmi hingga ke akar. Jika tidak ditangani dengan benar, infeksi dapat kambuh kembali.
Namun sayangnya, masih banyak yang mengabaikan pengobatan atau memilih solusi yang kurang efektif. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) menghadirkan teknologi baru untuk deteksi dini jamur kulit pertama di Indonesia bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia yang didukung oleh Kementerian Kesehatan RI.
Lewat program SIGAP, dengan pemanfaatan AI (Artificial Intelligence), yaitu Kalpanax Skin Health Check, teknologi ini bertujuan untuk mempermudah deteksi dini penyakit kulit yang dicurigai disebabkan oleh jamur. Sehingga pengobatan dapat dilakukan tepat waktu. Teknologi ini menjadi langkah awal dalam pencegahan dan pengobatan infeksi jamur kulit.
Head of Digestive and Skin Category Kalbe Consumer Health, Revi Octaria, mengungkapkan, pihaknya menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan kulit gratis serta aktivitas edukatif, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan kulit. Berbagai aktivitas tersebut dilakukan dengan Mobil SIGAP yang akan berkeliling ke 20 kota utama di Indonesia sejak bulan Februari hingga Mei 2025.
“Ini merupakan langkah nyata dalam menjangkau masyarakat luas. Pemilihan 20 kota didasarkan pada tingkat aktivitas luar ruang masyarakat serta tingginya insiden infeksi jamur kulit di wilayah tersebut,” ujar Revi.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
