
Seorang wanita menderita leher kaku (gpointstudio/freepik)
JawaPos.com – Leher kaku dan pegal adalah kondisi umum yang sering dialami banyak orang.
Meskipun biasanya tidak berbahaya, dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab pasti dari leher kaku agar dapat mengatasinya dengan tepat.
Sebagian besar orang mengalami leher kaku saat bangun tidur atau setelah melakukan aktivitas berat.
Gejala yang menyertai kondisi ini dapat berupa nyeri di area leher, kesulitan menggerakkan kepala, sakit kepala, hingga rasa nyeri yang menjalar ke bahu atau lengan.
Leher kaku yang tidak berbahaya umumnya akan membaik dalam beberapa hari hingga satu minggu.
Namun, jika keluhan ini berlangsung lama atau disertai gejala lain, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.
Penyebab Leher Kaku yang Perlu Diketahui
Leher kaku bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari ketegangan otot hingga kondisi medis tertentu. Berikut beberapa penyebab umum leher kaku yang bersumber dari alodokter.com yang perlu diwaspadai:
1. Otot Tegang atau Keseleo
Leher kaku paling sering disebabkan oleh ketegangan otot akibat kebiasaan sehari-hari, seperti sering membunyikan leher, membawa beban berat di pundak, tidur dalam posisi yang salah, terlalu lama duduk, atau terlalu lama menatap layar komputer.
2. Stres
Stres yang berlebihan dapat membuat otot-otot tubuh menegang, termasuk otot di leher. Selain itu, stres juga bisa membuat seseorang lebih sensitif terhadap rasa nyeri, sehingga keluhan leher kaku terasa semakin mengganggu.
3. Cedera atau Trauma
Kecelakaan, jatuh, atau cedera saat berolahraga dapat menyebabkan leher kaku. Salah satu kondisi serius akibat trauma pada leher adalah whiplash injury, yaitu cedera yang terjadi ketika leher mengalami gerakan tiba-tiba di luar batas normal, misalnya akibat kecelakaan mobil.
4. Radang Sendi (Artritis)
Seiring bertambahnya usia, cakram dan persendian di leher dapat melemah dan mengalami peradangan. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri dan kaku pada leher, yang terkadang menjalar ke kepala atau bahu.
5. Meningitis
Jika leher kaku disertai dengan demam, sakit kepala, mual, muntah, dan sensitivitas terhadap cahaya, kondisi ini bisa menjadi tanda meningitis, yaitu peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang akibat infeksi virus atau bakteri.
Selain penyebab di atas, leher kaku juga bisa dikaitkan dengan kondisi lain seperti osteoporosis, fibromyalgia, stenosis tulang belakang, tumor, atau kanker tulang belakang.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
