
Ilustrasi Bahayanya Minuman Alkohol./Pixabay
JawaPos.com–Alkohol dikonsumsi orang sudah lama. Para sejarawan tidak dapat memperkirakan seberapa jauh. Minuman dapat mengandung alkohol ketika berbagai makanan yang mengandung gula mengalami fermentasi karena terekspos udara hangat.
Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, ragi dari udara bereaksi pada gula, yang kemudian mengubahnya menjadi alkohol dan karbon dioksida. Namun tidak semua orang menyukai minuman beralkohol karena berbagai alasan, salah satunya adalah kesehatan. Debat mengenai keuntungan dan kekurangan dari alkohol akan terus terjadi.
Dilansir dari The Nutrition Source, alkohol dapat dianggap sebagai obat dan racun. Perbedaannya hanya pada dosisnya, berikut sisi buruk alkohol.
Dilansir dari Healthline, hati manusia berperan besar terhadap tubuh kita ketika alkohol memasuki pencernaan kita. Salah satu peran besar hati kita adalah menetralkan kandungan-kandungan berbahaya pada makanan yang kita konsumsi.
Namun, di saat yang sama hati kita juga menjadi lemah karena kerusakan yang disebabkan alkohol. Lemak pada hati makin meningkat apabila seseorang meminum lebih dari 15 ml alkohol setiap hari.
Pada orang-orang yang peminum berat, terlalu sering atau banyak meminum alkohol dapat menyebabkan hati mereka meradang. Pada kasus terburuknya, sel-sel di hatinya mati dan digantikan bekas luka yang kemudian akan menyebabkan kondisi yang serius bernama cirrhosis.
Konsumsi alkohol yang berlebih dapat mengakibatkan berbagai masalah terhadap otak pula. Etanol pada alkohol dapat mengurangi kontak antar sel otak, yang menyebabkan gejala-gejala mabuk yang kita ketahui.
Apabila berlebihan, dapat menyebabkan kehilangan kesadaran dimana penderitanya akan mengalami hilang ingatan. Efek-efek tadi hanya bersifat sementara, tapi kebiasaan minum yang kronis dapat menyebabkan dampak-dampak yang permanen.
Otak kita ini sangat sensitif terhadap kerusakan, dimana kebiasaan minum yang destruktif ini dapat meningkatkan resiko demensia dan penyusutan otak pada orang dewasa.
Satu porsi minuman beralkohol rata-rata mengandung 100-150 kalori, dan yang dicampuri dengan jus buah, tonik atau sirup dapat mengandung kalori yang lebih tinggi pula.
Terdapat penelitian yang melibatkan 15.000 pria selama 4 tahun yang menemukan adanya resiko peningkatan berat badan minor. Dilansir dari Mayo Clinic, tidak hanya peningkatan berat badan, alkohol dapat meningkatkan risiko penyakit pada sistem pencernaan.
Sisi baik alkohol
Melindungi jantung
Hubungan antara alkohol dan penyakit jantung sangat rumit dan bergantung pada faktor-faktor lain. Kebiasaan minum alkohol yang ringan dapat mengurangi resiko penyakit jantung, sedangkan kebiasaan minum alkohol yang berlebihan dapat meningkatkannya.
Asosiasi Jantung Amerika terus menekankan apabila kita tidak pernah minum, jangan mulai minum, dan apabila kita minum, usahakan untuk membatasi diri. Dengan kebiasaan minum alkohol yang baik, alkohol dapat meningkatkan kolesterol baik di peredaran darah kita.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
