Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 November 2024 | 16.55 WIB

Perlu Diperhatikan! 8 Makanan yang Wajib Dihindari Ibu Hamil agar Tidak Berdampak Buruk bagi Kehamilan

Ilustrasi makanan yang dihindari ibu hamil. (freepik.com) - Image

Ilustrasi makanan yang dihindari ibu hamil. (freepik.com)

JawaPos.com - Selama kehamilan, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari, terutama yang berisiko mengakibatkan infeksi, seperti daging atau ikan yang kurang matang atau mentah. Selain itu, kamu juga disarankan supaya membatasi konsumsi kafein dan makanan olahan.

Penting untuk menjaga pola makan yang baik selama kehamilan, guna memastikan kamu dan bayi memperoleh nutrisi yang cukup. Ini mungkin berarti kamu harus menghindari beberapa makanan favorit, seperti sushi, kopi, atau steak yang dimasak setengah matang.

Beruntungnya, masih banyak pilihan makanan sehat yang bisa dinikmati selama kehamilan agar mendukung kesehatanmu dan perkembangan bayi. Mengutip healthline.com, berikut ini beberapa makanan yang harus dihindari ibu hamil supaya tidak berdampak buruk bagi kehamilan.

1. Ikan setengah matang atau mentah

Ikan mentah, terutama kerang, berisiko tinggi mengandung bakteri atau parasit berbahaya seperti norovirus, Vibrio, Salmonella, dan Listeria. Ikan mentah dapat terkontaminasi selama proses penanganan, penyimpanan, atau pemrosesan, termasuk ketika pengasapan atau pengeringan.

Infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme ini dapat menyebabkan dehidrasi dan kelemahan pada orang dewasa, dan beberapa jenis infeksi bahkan bisa menular melalui plasenta ke bayimu, meskipun kamu tidak menunjukkan gejala.

Infeksi ini berpotensi meningkatkan risiko kelahiran prematur, keguguran, lahir mati, dan masalah kesehatan serius lainnya, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC). CDC juga menyatakan bahwa risiko terinfeksi Listeria bisa hingga 10 kali lebih tinggi selama kehamilan dibandingkan pada waktu lain.

2. Daging setengah matang atau mentah

Mengonsumsi daging yang kurang matang atau mentah dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri atau parasit, seperti Toksoplasma, E. coli, Listeria, dan Salmonella yang berbahaya bagi kesehatanmu dan bayi. Sebagian besar bakteri berada di permukaan daging utuh, namun beberapa juga bisa berada di dalam serat otot.

Beberapa potongan daging utuh, seperti tenderloin atau ribeye dari sapi, domba, atau sapi muda, bisa aman apabila dimasak dengan benar. Namun, daging harus tetap utuh dan bagian luar matang sempurna. Selama kehamilan, hindari daging yang kurang matang. Daging cincang, roti daging, burger, daging babi, dan unggas harus selalu dimasak sepenuhnya.

3. Daging olahan dan deli meat

Hot dog, daging makan siang, pepperoni, dan daging deli berisiko terkontaminasi bakteri selama pemrosesan. Daging yang diawetkan belum dimasak dan dapat mengandung bakteri atau parasit. Selain itu, daging olahan sering tinggi natrium dan lemak jahat. Sebaiknya hindari daging deli dan pastikan daging olahan, seperti sosis, dimasak matang.

4. Telur mentah

Telur mentah punya potensi terkontaminasi bakteri Salmonella yng bisa memicu infeksi yang cukup serius. Infeksi Salmonella umumnya ditandai dengan gejala seperti demam, mual, muntah, kram perut, dan diare. Infeksi ini juga dapat memengaruhi kehamilan, karena bisa mengakibatkan kontraksi pada rahim.

Kondisi tersebut berisiko memicu kelahiran prematur atau bahkan keguguran. Maka dari itu, sangat penting untuk menghindari konsumsi telur mentah atau setengah matang, terutama bagi ibu hamil, guna mengurangi risiko infeksi dan komplikasi yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan bayi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore