Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 November 2024 | 01.19 WIB

Merasa Kelelahan? 8 Cara Mengatasi Burnout dengan Sederhana agar Produktivitas Kembali Terjaga

Sumber foto: Ilustrasi orang burnout (cookie_studio/freepik.com)

JawaPos.com - Awalnya, konsep burnout dikaitkan dengan stres akibat pekerjaan dan dikategorikan oleh WHO sebagai fenomena pekerjaan, bukan kondisi medis. Akan tetapi, Duke dan pihak lain mulai memperluas istilah ini dengan mencakup berbagai penyebab stres dan situasi lainnya.

Duke menyarankan mengidentifikasi dengan jelas apa dalam hidup yang membuatmu merasa putus asa, sinis, dan lelah. Setelah itu, tanyakan pada diri sendiri seberapa besar kelelahan yang dirasakan. Melansir health.clevelandclinic.org, Kamis (7/11), berikut beberapa cara mengatasi burnout supaya produktivitas kembali terjaga.

1. Beri tahu sistem pendukungmu

Jika kamu merasa kelelahan, penting dalam memberi tahu orang-orang yang dipercayai. Mereka bisa membantu dengan mendengarkan, mengambil sebagian tanggung jawab, atau mengundangmu ke acara sosial setelah kamu absen.

Apabila kamu merasa tidak memiliki sistem pendukung yang solid, beri tahu terapis karena itu menjadi informasi yang berguna. Tergantung pada sumber stresmu, maka bergabung dengan kelompok pendukung juga bisa menjadi pilihan.

2. Beritahu orang lain apa yang dibutuhkan

Pemulihan dari kejenuhan melibatkan pengakuan terhadap apa yang dibutuhkan, apakah itu waktu sendiri saat makan siang, ruang untuk hobi di rumah, perpanjangan tenggat waktu bagi tugas, atau kencan malam yang nyata dengan pasangan. 

Meski kamu tidak selalu memperoleh apa yang diminta, berbicara kepada diri sendiri sudah merupakan kemenangan, karena itu menunjukkan bahwa kamu menghargai diri dan kesehatanmu.

3. Berlatih mengasihani diri sendiri

Istilah self care sering digunakan, namun memiliki makna yang berbeda-beda bagi setiap orang, sama seperti kelelahan. Karena itu, Duke lebih memilih istilah kasih sayang pada diri sendiri saat membahas pemulihan dari kelelahan. Intinya adalah memberikan kebaikan dan pengertian kepada diri sendiri, sama seperti yang diberikan kepada orang lain.

4. Pantau tingkat stres

Ketika kelelahan, kamu mungkin merasa lebih mudah tertekan atau bereaksi stres terhadap hal-hal yang biasanya tidak mengganggu. Mencatat momen-momen stres dapat membantumu mengidentifikasi pola dan mencari solusi.

Apakah suara ding dari email yang masuk membuatmu merasa cemas? Ataukah kamu sering membentak anak-anak saat mereka bertanya tentang makan malam? Mungkin kamu merasa sakit perut setiap kali sebelum rapat besar? Menyadari pola-pola ini menjadi langkah pertama untuk menghadapinya.

5. Biasakan menulis jurnal

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore