
Buah Manggis (Freepik)
JawaPos.com – Buah tropis dengan cita rasa manis dan segar ini ternyata menyimpan beberapa risiko kesehatan yang sering tidak disadari. Meski kaya akan nutrisi, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek samping serius yang perlu diwaspadai.
Manggis merupakan buah tropis yang berasal dari Asia Tenggara, dikenal dengan kulitnya yang tebal berwarna ungu gelap dan daging buahnya yang manis serta putih. Buah ini kaya akan antioksidan dan sering dimanfaatkan untuk berbagai manfaat kesehatan.
Mengetahui efek samping manggis yang jarang disadari sangat penting untuk menjaga kesehatan. Meski buah ini kaya nutrisi dan bermanfaat, konsumsi berlebihan dapat memicu risiko serius. Waspadai dampaknya agar manfaat manggis dapat diperoleh tanpa merugikan tubuh.
Berikut tujuh efek samping manggis yang jarang diketahui dan risiko kesehatan serius di balik buah tropis favorit dilansir dari laman stylecraze oleh JawaPos.com, Jumat (18/10):
Manggis memiliki kandungan yang dapat memperlambat pembekuan darah, meningkatkan risiko perdarahan pada beberapa individu. Risiko ini dapat meningkat jika dikonsumsi bersama obat-obatan tertentu yang mengganggu proses pembekuan.
Contoh mengkonsumsi manggis menjelang operasi dapat meningkatkan risiko perdarahan. Sebaiknya menghindari buah ini setidaknya dua minggu sebelum prosedur medis.
Asidosis laktat terjadi akibat penumpukan asam laktat yang berlebih dalam tubuh, yang dapat memicu kondisi serius. Konsumsi manggis dalam bentuk suplemen dapat memperburuk kondisi ini jika tidak ditangani dengan baik.
Misal makan jus manggis dalam jumlah besar dapat menyebabkan kelemahan dan kelelahan. Segera konsultasi jika mengalami gejala serupa.
Manggis dapat mengganggu efektivitas pengobatan kemoterapi. Suplemen berbahan dasar manggis yang dipasarkan sebagai antikanker berisiko mengurangi efektivitas terapi radiasi.
Seperti pasien kanker yang mengkonsumsi suplemen manggis mungkin tidak mendapatkan hasil maksimal dari kemoterapi. Penting mendiskusikan hal ini dengan dokter.
Konsumsi manggis dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah pencernaan, termasuk kembung, diare, dan sembelit. Gejala ini bisa terjadi setelah konsumsi manggis selama lebih dari 26 minggu.
Contoh seseorang yang makan manggis setiap hari selama berbulan-bulan mengalami masalah pencernaan. Gejala seperti kembung dan sembelit mulai muncul.
Manggis dapat menimbulkan efek sedasi dan depresi pada hewan, meskipun penelitian lebih lanjut pada manusia masih diperlukan. Efek ini dapat mengurangi kemampuan motorik dan aktivitas harian.
Misal tikus yang mengonsumsi turunan manggis mengalami penurunan aktivitas. Pada manusia, efek serupa bisa saja terjadi.
Pada beberapa orang, manggis dapat memicu reaksi alergi, meskipun bukti yang ada masih terbatas. Gejala seperti ruam kulit dan sakit perut dapat terjadi setelah mengkonsumsinya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
