Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 September 2024 | 20.15 WIB

Jangan Asal Mengobati Jerawat! Simak Diagnosis Jerawat hingga Jenis Pengobatannya Menurut Tenaga Medis

ilustrasi perempuan yang sedang berjerawat. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi perempuan yang sedang berjerawat. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Jerawat menjadi salah satu hal yang membuat penampilan seseorang terlihat kurang percaya diri. Munculnya jerawat dapat diakibatkan oleh beberapa faktor, seperti perubahan hormon dan gaya hidup yang tidak sehat.

Dilansir dari National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases, berikut adalah diagnosis jerawat, jenis pengobatan, hingga cara merawat kulit berjerawat menurut tenaga medis.

Untuk mendiagnosis jerawat, tenaga kesehatan mungkin akan melakukan beberapa langkah berikut:

  1. Menanyakan riwayat keluarga terkaitjerawat, serta menanyakan siklus menstruasi pada perempuan.
  2. Menggali informasi terkait gejala, termasuk durasi berapa lama mengalamijerawat.
  3. Menanyakan tentang obat-obatan yang saat ini sedang dikonsumsi atau baru saja dihentikan.
  4. Memeriksa kulit untuk mengidentifikasi jenis lesijerawatyang ada.
  5. Dilakukan tes laboratorium, jika diperlukan, untuk mengetahui apakah ada kondisi medis lain yang mempengaruhi munculnyajerawat.

Pengobatan jerawat bertujuan untuk menyembuhkan lesi yang ada, mencegah pembentukan lesi baru, dan mengurangi risiko bekas luka. Obat-obatan bisa membantu menangani penyebab jerawat seperti penumpukan sel abnormal di folikel, produksi minyak berlebih, bakteri, dan peradangan.

Jenis pengobatan meliputi:

  1. Obat Topikal (Oles)

   - Benzoyl peroxide: Mengurangi bakteri dan produksi minyak.

   - Antibiotik: Umumnya digunakan bersamaan dengan obat lain untuk melawan bakteri.

   - Retinoid: Mengatasi lesi jerawat dan mencegah peradangan serta pembentukan bekas luka.

   - Asam salisilat: Menghilangkan komedo dan mencegah penyumbatan pori.

   - Sulfur: Digunakan untuk mengatasi komedo hitam dan putih.

Obat topikal tersedia dalam bentuk gel, lotion, krim, sabun, atau pad. Efek samping mungkin terjadi, seperti iritasi kulit atau kemerahan.

  1. Obat Oral (Minum)

   - Antibiotik: Menekan pertumbuhan bakteri dan meredakan peradangan.

   - Isotretinoin: Retinoid oral untuk menangani jerawat parah.

   - Terapi hormon: Menghentikan efek hormon androgen pada kelenjar minyak, terutama pada wanita.

   - Kortikosteroid: Meredakan peradangan pada jerawat parah.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore