
Awal Menstruasi Berkaitan dengan Risiko Diabetes (1800myoptions.org.au)
JawaPos.com – Menstruasi pertama adalah pengalaman penting namun sering membingungkan bagi remaja. Apa saja kesalahan umum yang sering terjadi? Simak 13 kesalahan yang perlu dihindari dan tips cerdas dari orang tua untuk memastikan pengalaman menstruasi pertama berjalan lancar dan nyaman.
Pubertas adalah tahap perkembangan penting di mana tubuh anak perempuan mulai menunjukkan tanda-tanda kematangan seksual dan kemampuan reproduksi. Menstruasi pertama, atau menarche, menandai kematangan seksual ini, dengan perubahan seperti pinggul melebar, payudara membesar, serta tumbuhnya rambut kemaluan dan ketiak, dikutip dari laman yankes.kemkes.go.id oleh JawaPos.com (20/9)
Kesalahan saat menstruasi pertama dapat berdampak buruk pada kesehatan remaja, seperti infeksi dan ketidaknyamanan, sehingga penting bagi orang tua untuk memberikan edukasi yang tepat agar risiko tersebut bisa dihindari. Berikut 13 kesalahan remaja yang sering terjadi dan tips cerdas orang tua untuk mengatasinya:
1. Tidak Mengetahui Tanda-Tanda Menstruasi
Remaja seringkali tidak menyadari tanda-tanda tubuh sebelum menstruasi, seperti nyeri perut atau perubahan suasana hati. Mereka menjadi panik saat menstruasi pertama tiba. Contohnya, seorang gadis mungkin mengalami kram perut tanpa menyadari bahwa itu adalah tanda awal menstruasi.
Solusi: Orang tua sebaiknya memberi pengetahuan awal tentang tanda-tanda menstruasi seperti perubahan mood atau kram perut. Jelaskan bahwa ini adalah hal normal dan tubuh sedang bersiap untuk menstruasi. Misalnya, ajak anak berdiskusi ketika mereka merasakan gejala tersebut.
2. Mengabaikan Kebersihan Diri
Banyak remaja kurang memperhatikan pentingnya menjaga kebersihan selama menstruasi. Hal ini bisa memicu infeksi. Contohnya, tidak mengganti pembalut secara teratur dapat menyebabkan iritasi kulit atau infeksi.
Solusi: Orang tua harus mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan saat menstruasi, seperti mengganti pembalut setiap 3-4 jam dan mencuci tangan. Sediakan juga sabun dan tisu basah untuk menjaga kebersihan. Berikan contoh langsung agar anak paham cara menjaga kebersihan diri.
3. Menggunakan Pembalut yang Tidak Tepat
Kesalahan memilih pembalut yang tidak sesuai dengan kebutuhan bisa menyebabkan ketidaknyamanan. Remaja sering menggunakan pembalut yang terlalu tebal atau terlalu tipis. Misalnya, memilih pembalut tipis saat aliran darah banyak menyebabkan kebocoran.
Solusi: Ajak anak memilih pembalut yang sesuai dengan kebutuhan mereka, baik dari segi ketebalan, ukuran, dan bahan. Diskusikan mana yang nyaman untuk dipakai sepanjang hari dan malam. Contohnya, bantu mereka memilih pembalut yang lebih tebal untuk malam hari.
4. Malu untuk Bertanya
Rasa malu membicarakan menstruasi menyebabkan remaja tidak mencari informasi yang benar. Ini bisa berdampak buruk pada pemahaman mereka tentang kesehatan reproduksi. Contohnya, seorang gadis mungkin malu bertanya pada ibunya tentang cara mengganti pembalut yang benar.
Solusi: Orang tua perlu menciptakan ruang yang nyaman untuk anak bertanya soal menstruasi tanpa rasa malu. Jelaskan bahwa menstruasi adalah hal normal dan penting untuk didiskusikan. Contohnya, selalu terbuka saat anak ingin tahu tentang pembalut atau gejala menstruasi.
5. Tidak Mempersiapkan Diri

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
