Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 September 2024 | 15.18 WIB

Menstruasi Pertama: 13 Kesalahan Remaja yang Sering Terjadi dan Tips Cerdas Orang Tua untuk Mengatasinya

Awal Menstruasi Berkaitan dengan Risiko Diabetes (1800myoptions.org.au) - Image

Awal Menstruasi Berkaitan dengan Risiko Diabetes (1800myoptions.org.au)

JawaPos.com – Menstruasi pertama adalah pengalaman penting namun sering membingungkan bagi remaja. Apa saja kesalahan umum yang sering terjadi? Simak 13 kesalahan yang perlu dihindari dan tips cerdas dari orang tua untuk memastikan pengalaman menstruasi pertama berjalan lancar dan nyaman.

Pubertas adalah tahap perkembangan penting di mana tubuh anak perempuan mulai menunjukkan tanda-tanda kematangan seksual dan kemampuan reproduksi. Menstruasi pertama, atau menarche, menandai kematangan seksual ini, dengan perubahan seperti pinggul melebar, payudara membesar, serta tumbuhnya rambut kemaluan dan ketiak, dikutip dari laman yankes.kemkes.go.id oleh JawaPos.com (20/9)

Kesalahan saat menstruasi pertama dapat berdampak buruk pada kesehatan remaja, seperti infeksi dan ketidaknyamanan, sehingga penting bagi orang tua untuk memberikan edukasi yang tepat agar risiko tersebut bisa dihindari. Berikut 13 kesalahan remaja yang sering terjadi dan tips cerdas orang tua untuk mengatasinya:

1. Tidak Mengetahui Tanda-Tanda Menstruasi

Remaja seringkali tidak menyadari tanda-tanda tubuh sebelum menstruasi, seperti nyeri perut atau perubahan suasana hati. Mereka menjadi panik saat menstruasi pertama tiba. Contohnya, seorang gadis mungkin mengalami kram perut tanpa menyadari bahwa itu adalah tanda awal menstruasi. 

Solusi: Orang tua sebaiknya memberi pengetahuan awal tentang tanda-tanda menstruasi seperti perubahan mood atau kram perut. Jelaskan bahwa ini adalah hal normal dan tubuh sedang bersiap untuk menstruasi. Misalnya, ajak anak berdiskusi ketika mereka merasakan gejala tersebut.

2. Mengabaikan Kebersihan Diri
Banyak remaja kurang memperhatikan pentingnya menjaga kebersihan selama menstruasi. Hal ini bisa memicu infeksi. Contohnya, tidak mengganti pembalut secara teratur dapat menyebabkan iritasi kulit atau infeksi.

Solusi: Orang tua harus mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan saat menstruasi, seperti mengganti pembalut setiap 3-4 jam dan mencuci tangan. Sediakan juga sabun dan tisu basah untuk menjaga kebersihan. Berikan contoh langsung agar anak paham cara menjaga kebersihan diri.

3. Menggunakan Pembalut yang Tidak Tepat

Kesalahan memilih pembalut yang tidak sesuai dengan kebutuhan bisa menyebabkan ketidaknyamanan. Remaja sering menggunakan pembalut yang terlalu tebal atau terlalu tipis. Misalnya, memilih pembalut tipis saat aliran darah banyak menyebabkan kebocoran.

Solusi: Ajak anak memilih pembalut yang sesuai dengan kebutuhan mereka, baik dari segi ketebalan, ukuran, dan bahan. Diskusikan mana yang nyaman untuk dipakai sepanjang hari dan malam. Contohnya, bantu mereka memilih pembalut yang lebih tebal untuk malam hari.

4. Malu untuk Bertanya

Rasa malu membicarakan menstruasi menyebabkan remaja tidak mencari informasi yang benar. Ini bisa berdampak buruk pada pemahaman mereka tentang kesehatan reproduksi. Contohnya, seorang gadis mungkin malu bertanya pada ibunya tentang cara mengganti pembalut yang benar. 

Solusi: Orang tua perlu menciptakan ruang yang nyaman untuk anak bertanya soal menstruasi tanpa rasa malu. Jelaskan bahwa menstruasi adalah hal normal dan penting untuk didiskusikan. Contohnya, selalu terbuka saat anak ingin tahu tentang pembalut atau gejala menstruasi.

5. Tidak Mempersiapkan Diri

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore