Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 September 2024 | 05.16 WIB

Muncul Informasi Bahaya Maltodekstrin dalam Susu Fomula, Begini Penjelasan Ahli Gizi

Ahli Ilmu Gizi, Dr. Rosyanne Kushardina S.Gz. M.Si di acara Forum Ngobras: Meluruskan Miskonsepsi Gula pada Nutrisi Anak, Selasa (3/9). (Tazkia Royyan/JawaPos.com) - Image

Ahli Ilmu Gizi, Dr. Rosyanne Kushardina S.Gz. M.Si di acara Forum Ngobras: Meluruskan Miskonsepsi Gula pada Nutrisi Anak, Selasa (3/9). (Tazkia Royyan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Belakangan muncul informasi yang menyebut bahwa penggunaan maltodekstrin pada susu formula berbahaya untuk anak. Kehadiran maltodekstrin ini disebut-sebut membuat tingkat kemanisan menjadi lebih tinggi.

Maltodekstrin sendiri merupakan zat yang dibuat dari bahan alami, yaitu pati dari sumber karbohidrat seperti umbi-umbian, serealia, dan jagung. Bahan itu kemudian dihidrolisis dan terbentuklah maltodekstrin. 
 
Dalam penggunaannya, maltodekstrin memang baisa digunakan sebagai pengganti laktosa pada produk susu untuk mereka yang intoleransi terhadap laktosa. Lantas, apakah benar penggunaaan maltodekstrin berbahaya untuk anak hingga menyebabkan gagal ginjal pada anak?
 
Terkait hal ini, Ahli Ilmu Gizi, Dr. Rosyanne Kushardina S.Gz. M.Si, mengatakan bahwa tidak tepat maltodekstrin dikaitkan dengan peningkatan kandungan gula pada susu dan menyebabkan gagal ginjal pada anak.
 
"Maltodekstrin banyak terdapat pada produk pangan. Tidak hanya ada di susu, melainkan juga ada di sereal. Selain itu tidak cuma ada di produk yang manis, tapi juga ada di produk yang asin gurih seperti kaldu ayam dan kaldu jamur karena dia berperan sebagai filler," ujarnya dalam acara Forum Ngobras: Meluruskan Miskonsepsi Gula pada Nutrisi Anak, Selasa (3/9).
 
Dr. Rosyanne juga menegaskan bahwa tidak ada korelasi antara kandungan maltodektrin dengan jumlah gula dalam produk pangan. Susu yang mengandung maltodekstrin tidak berarti memiliki kandungan gula lebih tinggi. 
 
'Ini bisa kita cek pada label di kemasan. Maltodekstrin sendiri tlah dinyatakan aman oleh FDA dan Codex," ucapnya. 
 
Penelitian terkini bahkan menemukan bahwa maltodekstrin resistan bisa difermentasi di usus besar menjadi SCFA (short chain fatty acid) yang bermanfaat bagi kesehatan mikrobiota usus. "Maltodekstrin juga resistan membantu menjaga profil tekanan darah dan lipid serta meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi asupan makanan," pungkas Dr. Rosyanne.
 
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore