ilustrasi kombucha. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Penelitian terkini yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkapkan potensi luar biasa dari kombucha cabe Jawa sebagai solusi fungsional bagi penderita Diabetes Melitus (DM) yang berisiko tinggi mengalami Alzheimer’s Disease (AD).
Dilansir dari laman resmi UGM, Selasa (27/8), penelitian yang dipimpin oleh Eri Dwi Suyanti ini melibatkan tim multidisiplin dari berbagai jurusan di UGM, termasuk kedokteran, biologi, dan farmasi, serta mendapat bimbingan dari dr. Arta Farmawati, Ph.D.
Peningkatan Prevalensi Diabetes dan Alzheimer
Diabetes Melitus Tipe 2 dan Alzheimer’s Disease merupakan dua penyakit dengan prevalensi yang meningkat seiring bertambahnya usia. Diperkirakan, jumlah penderita Alzheimer di Indonesia akan mencapai 3.999.285 orang pada tahun 2050. Sementara itu, terapi terkini untuk Diabetes sering kali menimbulkan efek samping gangguan gastrointestinal, seperti mual dan muntah, yang menambah tantangan dalam pengelolaan penyakit ini.
Penemuan Khasiat Kombucha Cabe Jawa
Kombucha cabe Jawa, yang merupakan hasil fermentasi cabe Jawa dengan kombucha, menunjukkan potensi sebagai minuman fungsional dengan manfaat neuroprotektif. Eri Dwi Suyanti menjelaskan bahwa cabe Jawa mengandung senyawa bioaktif piperin yang dikenal memiliki efek antidiabetes. "Kombucha dipilih karena efek antihiperglikemiknya, dan kombucha cabe Jawa menunjukkan khasiat tinggi dalam penelitian awal," ungkap Suyanti.
Hasil penelitian laboratorium menunjukkan bahwa senyawa bioaktif dalam kombucha cabe Jawa dapat memberikan perlindungan terhadap gangguan neurodegeneratif, khususnya Alzheimer. Uji coba pada hewan menunjukkan bahwa kombucha cabe Jawa efektif dalam mempertahankan memori spasial tikus yang digunakan dalam eksperimen.
Penelitian ini merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Eksakta (PKM-RE) dan telah mendapatkan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Dukungan ini mencakup pengurusan ethical clearance dan pembiayaan eksperimen, memungkinkan penelitian ini untuk berlanjut.
Eri Dwi Suyanti berharap bahwa penemuan ini dapat menjadi langkah awal menuju pengembangan terapi baru untuk Alzheimer. "Kami berharap riset ini dapat melanjutkan ke fase uji klinis dan suatu saat nanti memberikan proteksi yang signifikan bagi penderita Diabetes dengan risiko komplikasi Alzheimer," pungkasnya.
Penelitian ini menandai potensi besar dari kekayaan alam Indonesia dalam pengembangan solusi kesehatan inovatif dan memberikan harapan baru bagi penderita diabetes dan Alzheimer di masa depan.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
