Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Agustus 2024 | 20.27 WIB

Penelitian UGM Temukan Kombucha Cabe Jawa sebagai Pelindung Neurodegeneratif pada Penderita Diabetes

ilustrasi kombucha. Sumber foto: Freepik



JawaPos.com - Penelitian terkini yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkapkan potensi luar biasa dari kombucha cabe Jawa sebagai solusi fungsional bagi penderita Diabetes Melitus (DM) yang berisiko tinggi mengalami Alzheimer’s Disease (AD).

Dilansir dari laman resmi UGM, Selasa (27/8), penelitian yang dipimpin oleh Eri Dwi Suyanti ini melibatkan tim multidisiplin dari berbagai jurusan di UGM, termasuk kedokteran, biologi, dan farmasi, serta mendapat bimbingan dari dr. Arta Farmawati, Ph.D.

Peningkatan Prevalensi Diabetes dan Alzheimer

Diabetes Melitus Tipe 2 dan Alzheimer’s Disease merupakan dua penyakit dengan prevalensi yang meningkat seiring bertambahnya usia. Diperkirakan, jumlah penderita Alzheimer di Indonesia akan mencapai 3.999.285 orang pada tahun 2050. Sementara itu, terapi terkini untuk Diabetes sering kali menimbulkan efek samping gangguan gastrointestinal, seperti mual dan muntah, yang menambah tantangan dalam pengelolaan penyakit ini.

Penemuan Khasiat Kombucha Cabe Jawa

Kombucha cabe Jawa, yang merupakan hasil fermentasi cabe Jawa dengan kombucha, menunjukkan potensi sebagai minuman fungsional dengan manfaat neuroprotektif. Eri Dwi Suyanti menjelaskan bahwa cabe Jawa mengandung senyawa bioaktif piperin yang dikenal memiliki efek antidiabetes. "Kombucha dipilih karena efek antihiperglikemiknya, dan kombucha cabe Jawa menunjukkan khasiat tinggi dalam penelitian awal," ungkap Suyanti.

Hasil penelitian laboratorium menunjukkan bahwa senyawa bioaktif dalam kombucha cabe Jawa dapat memberikan perlindungan terhadap gangguan neurodegeneratif, khususnya Alzheimer. Uji coba pada hewan menunjukkan bahwa kombucha cabe Jawa efektif dalam mempertahankan memori spasial tikus yang digunakan dalam eksperimen.

Penelitian ini merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Eksakta (PKM-RE) dan telah mendapatkan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Dukungan ini mencakup pengurusan ethical clearance dan pembiayaan eksperimen, memungkinkan penelitian ini untuk berlanjut.

Eri Dwi Suyanti berharap bahwa penemuan ini dapat menjadi langkah awal menuju pengembangan terapi baru untuk Alzheimer. "Kami berharap riset ini dapat melanjutkan ke fase uji klinis dan suatu saat nanti memberikan proteksi yang signifikan bagi penderita Diabetes dengan risiko komplikasi Alzheimer," pungkasnya.

Penelitian ini menandai potensi besar dari kekayaan alam Indonesia dalam pengembangan solusi kesehatan inovatif dan memberikan harapan baru bagi penderita diabetes dan Alzheimer di masa depan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore