Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Agustus 2024 | 18.24 WIB

Risiko Mandi Air Hangat bagi Lansia dan Cara Menjaga Kulit agar Tetap Sehat

PINGGIR TEBING: Salah satu sudat di Pantai Timbako yang menjorok ke arah tebing menjadi salah satu spot favorit wisatawan untuk berendam air hangat. - Image

PINGGIR TEBING: Salah satu sudat di Pantai Timbako yang menjorok ke arah tebing menjadi salah satu spot favorit wisatawan untuk berendam air hangat.


JawaPos.com - Mandi dengan air hangat mungkin tampak lebih nyaman dan menyenangkan, tetapi untuk lansia, ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai. Dr. Hasnikmah Mappamasing, Sp.KK, M.Kes, dalam penyuluhan kesehatan kulit di IRJ RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, mengungkapkan bahwa mandi dengan air hangat tidak dianjurkan untuk orang lanjut usia.

Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa kulit lansia cenderung lebih kering dan mandi dengan air hangat dapat memperburuk kondisi ini. "Dalam permukaan kulit terdapat lemak-lemak yang fungsinya menjaga kelembabannya. Kalau mandi dengan air hangat, lemak-lemak itu bisa larut," terang Dr. Hasnikmah dalam acara Pengabdian Masyarakat Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo, seperti dilansir dari laman FK Unair.

Jika tetap ingin mandi dengan air hangat, Dr. Hasnikmah menekankan bahwa intensitasnya harus dibatasi. Durasi mandi tidak boleh lebih dari sepuluh menit dan suhu air maksimal adalah 40 derajat Celsius. Ini bertujuan untuk meminimalkan efek negatif pada kulit yang lebih sensitif pada lansia.

Kiat-kiat Menjaga Kesehatan Kulit Lansia

Selain menghindari mandi dengan air hangat, Dr. Hasnikmah menyarankan beberapa tips untuk menjaga kesehatan kulit pada lansia:

1. Mencukupi Asupan Air
Lansia disarankan untuk minum air putih 1,5 hingga 2 liter setiap hari. Kelembapan kulit sangat bergantung pada asupan cairan yang cukup.

2. Mandi dengan Sabun Lembut
Gunakan sabun yang lembut dengan pH seimbang, seperti sabun bayi, untuk menghindari iritasi pada kulit sensitif.

3. Gunakan Pelembab Setelah Mandi
Setelah mandi, oleskan pelembab saat pori-pori kulit masih basah. Ini membantu kulit menyerap pelembab lebih efektif.

4. Batasi Waktu Paparan Sinar Layar (Screentime)
Paparan sinar dari layar gadget dapat menyebabkan kulit kering karena stres oksidatif yang merusak kolagen. Batasi penggunaan perangkat elektronik untuk melindungi kesehatan kulit.

5. Gunakan Tabir Surya (Sunscreen)
Aplikasikan tabir surya dengan minimal SPF 30 sekitar 20 menit sebelum keluar rumah. Ini melindungi kulit dari paparan sinar UV yang dapat memperburuk kekeringan kulit.

6. Kelola Stres
Stres emosional dapat memicu masalah kulit seperti kekeringan. Kelola stres dengan cara yang sehat untuk mendukung kesehatan kulit dan sistem imun tubuh.

7. Konsumsi Makanan Sehat
Perbanyak konsumsi makanan yang kaya vitamin C dan antioksidan. Nutrisi yang tepat berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit.

Dengan memahami dan menerapkan tips ini, lansia dapat menjaga kesehatan kulit mereka dengan lebih baik, meskipun menghadapi tantangan kulit kering. Mengikuti saran medis dan menjaga rutinitas perawatan kulit yang sesuai dapat membantu memperpanjang kualitas hidup dan kesejahteraan lansia.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore