
Ilustrasi virus Oropouche salah satunya disebabkan oleh gigitan nyamuk. (Actu.fr)
JawaPos.com - Sedang viral di dunia kesehatan yakni virus Oropouche (OROV) yang merupakan anggota keluarga Peribunyaviridae dan bertanggung jawab atas penyakit virus Oropouche. Kejadian paling baru ada di Brasil yang menyebabkan kasus kematian dan sampai saat ini masih diteliti.
Pada 2024, Brasil dilaporkan tengah mengalami lonjakan kasus dengan lebih dari 7.000 orang terinfeksi virus Oropouche. Satu diantara pasien akibat virus Oropouche juga dilaporkan mengalami kematian.
Virus ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi masyarakat dan pemerintah Brasil karena penyebarannya yang cepat dan gejala yang ditimbulkannya. Seperti sudah diberitakan sebelumnya, virus Oropouche ini gejala awalnya mirip dengan Demam Berdarah Dengue atau DBD.
Dikutip dari KlikDokter, virus Oropouche ditularkan terutama melalui gigitan serangga vektor, khususnya nyamuk Culicoides paraensis. Nyamuk ini biasanya berkembang biak di daerah berawa, hutan hujan tropis, dan dekat permukiman manusia.
Selain nyamuk, virus ini juga ditemukan pada hewan seperti monyet dan burung, yang dapat menjadi reservoir alami bagi virus ini. Virus Oropouche merupakan virus RNA dengan tiga segmen genom yang mengkode protein-protein yang penting untuk replikasi dan virulensi virus.
Pencegahan infeksi virus Oropouche terutama difokuskan pada pengendalian populasi nyamuk dan menghindari gigitan nyamuk. Pertama adalah menggunakan repelan nyamuk pada kulit yang terbuka dapat membantu mencegah gigitan nyamuk.
Kemudian, untuk bisa terhindar dari virus Oropouche disarankan untuk memakai pakaian panjang yang menutupi lengan dan kaki dapat mengurangi risiko gigitan nyamuk. Dan usahakan tidak berada di tempat yang disenangi oleh nyamuk.
Seperti halnya DBD yang juga disebabkan oleh nyamuk, agar terhindar dari virus Oropouche disarankan untuk membersihkan genangan air dan tempat-tempat yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk di sekitar rumah dan menggunakan obat nyamuk baik dalam bentuk semprot atau lotion dapat membantu mengurangi risiko gigitan.
Jika tidak penting, hindari berada di luar ruangan pada pagi dan sore hari ketika nyamuk lebih aktif. Saat keadaan gelap dan remang nyamuk kerap beraktivitas. Terakhir yang paling penting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya virus Oropouche dan cara pencegahannya melalui kampanye kesehatan.
Karena belum ada pengobatan khusus untuk virus ini, pencegahan melalui pengendalian nyamuk dan menghindari gigitan nyamuk dapat mengurangi risiko infeksi. Penting bagi kita untuk bekerja sama dalam mengatasi wabah ini dan mencegah penyebaran lebih lanjut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
