Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Juni 2024 | 19.37 WIB

Khasiat Ramuan Minuman Daun Purik: Dijual di Kedai, Dianggap sebagai Terapi

Kratom menjadi tumpuan baru dan besar bagi masyarakat Kalbar. Bukan hanya mengambilnya dari hutan, mereka juga sudah menanam atau membudidayakan. - Image

Kratom menjadi tumpuan baru dan besar bagi masyarakat Kalbar. Bukan hanya mengambilnya dari hutan, mereka juga sudah menanam atau membudidayakan.

JawaPos.com - Di salah satu meja, pemuda itu langsung menuangkan minuman dari teko ke dalam gelas kosong. Mungkin setelah melihat Pontianak Post celingak-celinguk mencari tempat di warung kopi di pojokan Terminal Kedamin, Kabuputen Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, itu.

Pada Sabtu malam beberapa bulan lalu itu, kedai tersebut ramai. Dan, seperti di semua tempat serupa di Kapuas Hulu, racikan daun purik atau kratom disajikan bebas dalam bentuk minuman.

Di atas masing-masing meja di kedai tersebut terdapat dua teko ukuran besar dan kecil lengkap dengan alat penyaring. Masih terlihat asap mengepul keluar dari mulut sebagian teko-teko tersebut, menandakan minuman dari racikan daun purik baru saja disajikan.

’’Enak aja, Bang, buat santai kayak gini. Nggak ada efeknya. Di sini banyak yang suka meskipun yang nggak suka juga ada,” kata pemuda yang lainnya lagi kepada Pontianak Post.

Jadi, bagaimana sebenarnya rasa minuman daun purik itu? Ternyata rasanya pahit bercampur lekat di lidah. Hampir bikin muntah.

’’Rasanya memang pahit, tapi lama-lama juga terbiasa,” kata pemuda yang pertama menawari Pontianak Post tadi.

Menurutnya, untuk menghilangkan rasa pahit, racikan purik bisa dicampur dengan bahan-bahan lain. Misalnya, madu, bisa juga minuman suplemen, bahkan obat pereda batuk.

Bagi sebagian warga di Kapuas Hulu, minuman racikan daun purik dianggap sebagai terapi atau obat untuk penyakit tertentu. ’’Sejak minum ini (purik), saya sudah tidak lagi minum arak. Malahan kalau bau arak, saya muntah. Jadi, ini kayak terapi,” timpal pengunjung kedai yang lainnya lagi yang mengenalkan diri sebagai Andika.

Andika mengaku sudah setahun ini mengonsumsi daun purik. Tapi, dia mengingatkan, minum purik tidak boleh sembarangan. Ada aturan tak tertulis yang tidak boleh dilanggar.

Misalnya, saat minum purik, perut tidak boleh dalam kondisi kosong atau lapar. Sebab, bisa mengakibatkan mag. Di samping itu, juga tidak disarankan bagai penderita darah rendah.

’’Karena purik ini justru bagus untuk penderita darah tinggi,” jelasnya.

Selain itu, kata Andika, mengonsumsi purik tidak boleh melebihi dosis. Sebab, bisa menimbulkan banyak efek samping. Seperti mual dan kejang atau bahkan mabuk dengan kondisi badan gemetar.

Minuman racikan purik di kedai pojokan terminal itu dijual dengan berbagai ukuran. Satu teko besar dijual dengan harga Rp 30 ribu. Sedangkan teko sedang seharga Rp 20 ribu.

Cara penyajiannya pun sangat gampang. Seperti menyeduh teh. ’’Kalau teko ukuran besar, biasanya delapan sendok makan (racikan daun purik). Yang kecil tiga sendok,” kata Putri, si penjaga kedai. (arf/tyo/c6/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore