
Nasi rames dengan menu semur jengkol di warung Wahteg, Jakarta, adalah salah satu sajian khasnya. Hanung Hambara/Jawa Pos
JawaPos.com - Jengkol merupakan salah satu makanan yang unik di Indonesia.
Cara mengolah jengkol pun bermacam-macam. Ada yang hanya digoreng biasa, dijadikan semur, gulai, hingga balado.
Rasa jengkol yang legit dan cara mengolahnya yang khas, membuat makanan satu ini memiliki daya tarik tersendiri bagi sebagian orang.
Sebagai informasi, jengkol sebenarnya termasuk kelompok sayur-sayuran. Jengkol yang dikonsumsi tersebut merupakan biji dari tanaman jengkol.
Sebagian besar masyarakat, menyukai olahan jengkol dan menjadi makanan favorit, karena rasanya dinilai seperti hati ayam.
Namun ada anggapan di masyarakat jika jengkol dimakan berlebihan bisa menyebabkan 'kejengkolan' atau penyakit tertentu.
Gejalanya menjadi susah atau nyeri buang air kecil. Benarkah anggapan tersebut?
Berdasarkan informasi yang dilansir Jawa Pos beberapa waktu lalu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB berbagi cerita dalam aplikasinya 'Apa Kata Dokte'r.
Ia mengaku bahwa, ayahnya mempunyai masalah dengan ginjalnya saat muda saat senang-senangnya makan jengkol.
Saat itu ayahnya punya masalah dengan batu ginjal dan sempat menjalani pengobatan karena batu ginjal tersebut.
Ini terjadi 30 atau 40 tahun yang lalu saat dirinya belum sekolah di fakultas kedokteran.
Menurutnya, jengkol mengandung berbagai sumber gizi penting untuk tubuh kita yaitu karbohidrat, protein nabati, vitamin A, vitamin D, kalsium, besi dan fosfor termasuk serat yang ada pada jengkol.
Tetapi selain unsur nutrisi jengkol juga mengandung asam jengkolat sejenis asam amino yang mengandung sulfur.
"Sulfur akan menimbulkan bau yang tidak sedap sedang asam jengkolat dapat membentuk kristal di dalam ginjal kita. Asam jengkolat yang membentuk kristal ini bisa menumpuk di ginjal dan menyebabkan sumbatan pada saluran kencing sehingga menimbulkan berbagai keluhan," papar dr. Ari.
Seseorang yang mengalami keracunan jengkol secara medis disebut mengalami djenkolism.
Keluhan yang muncul bisa berupa nyeri perut, kembung begah, mual, dan muntah. Pasien akan mengalami kolik ginjal dan kadang kala disertai dengan buang air kecil yang berdarah (hematuria).

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
