
Ilustrasi inner child terluka.
JawaPos.com - Tahukah Anda bahwa setiap orang memiliki inner child di dalam diri masing-masing? Inner child adalah bagian dari diri kita yang sering tidak dianggap atau disadari keberadaannya. Mungkin sebagian dari kita sudah sering mendengar tentang ‘inner child’ bagian diri kita yang menyimpan memori kenangan, pengalaman, dan perasaan masa kecil.
Namun, tidak banyak yang tahu bahwa inner child bisa terluka akibat trauma-trauma atau kejadian tidak menyenangkan di masa kecil dulu dan bisa berdampak besar pada kehidupan. Ketika inner child terluka, dampaknya bisa terasa hingga dewasa, mempengaruhi cara kita berpikir, merasa, dan berinteraksi dengan dunia sekitar.
Apakah Anda pernah merasa tidak percaya diri tanpa alasan jelas, sulit membina hubungan yang sehat, atau selalu merasa cemas? Mungkin ini adalah tanda-tanda inner child Anda yang terluka. Menyadari dan menyembuhkan luka ini adalah langkah penting untuk mencapai kebahagiaan dan kedamaian dalam hidup.
Dilansir dari laman Lumo Health, pada Rabu (22/5), diulas 7 tanda inner child yang terluka dan memberikan panduan untuk cara menyembuhkannya secara perlahan. Berikut adalah 7 tanda inner child Anda terluka.
1. Perasaan Berlebihan Terhadap Hal Kecil
Jika beberapa luka masa kecil terjadi saat usia Anda terlalu muda untuk mengingatnya, bagaimana Anda bisa tahu bahwa luka tersebut ada? Salah satu caranya adalah dengan memperhatikan reaksi Anda terhadap situasi tertentu, terutama jika reaksi tersebut tampak berlebihan atau tidak sebanding.
Misalnya, jika Anda merasa sangat marah ketika teman melihat ponsel mereka saat Anda berbicara, ibaratnya tidak menaruh perhatian pada Anda. Hal itu bisa menjadi tanda bahwa kebutuhan Anda akan perhatian tidak terpenuhi saat masih kecil.
Dengan kata lain, masalah mental, emosional, dan hubungan yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari sering kali merupakan petunjuk dari luka masa lalu, baik yang kita ingat maupun yang terlupakan. Kita bisa mencari petunjuk dari 'memar' dalam sisi psikologis kita, yang mungkin termasuk memiliki respons kuat terhadap situasi yang tampaknya sepele.
2. Perilaku Self-Sabotage
Pernah melewatkan tenggat waktu untuk mendaftar pekerjaan impian Anda? Atau memulai pertengkaran dengan pasangan tanpa alasan? Terkadang ini bisa menjadi tanda bahwa meskipun Anda sudah dewasa yang siap untuk memiliki peningkatan karir atau hubungan serius, bagian anak kecil dalam diri Anda sangat takut dan cemas tentang hal itu.
Seperti kata psikoanalisa Alice Miller, penulis "The Drama of Being a Child," Anda terus takut dan menghindari bahaya yang, meskipun dulu nyata, sekarang sudah tidak relevan lagi. Perilaku self-sabotage atau merusak diri sendiri akibat inner child Anda yang terluka bisa muncul dalam berbagai bentuk, seperti lupa, menunda-nunda, atau kehilangan kesabaran.
Bisa juga muncul sebagai alasan mengapa suatu hubungan, pekerjaan, atau kesempatan tidak cocok untuk Anda, padahal sebenarnya Anda hanya didorong oleh rasa takut. Itu sebabnya penting untuk memperhatikan perilaku merusak diri sendiri, karena alasannya mungkin terletak di memori masa kecil.
3. Coping Mechanism yang Tidak Sehat
Coping Mechanism adalah berbagai hal yang kita lakukan untuk mengelola emosi yang sulit atau menyakitkan. Terkadang, orang dengan luka masa kecil akan mengembangkan keterampilan koping yang tidak sehat seperti penggunaan obat, minum alkohol, atau melarikan diri dari kenyataan melalui game dan media sosial yang berlebihan.
Mereka mungkin juga menyibukkan diri secara terus-menerus sebagai cara menghindari memikirkan perasaan mereka. Ini karena reaksi yang lebih sehat terhadap situasi menyakitkan, seperti memproses emosi dan praktik menenangkan diri, mungkin tidak pernah dicontohkan oleh orang tua Anda.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
