Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 April 2026 | 20.29 WIB

Jika Anda Ingin Bahagia di Usia Lanjut, Ucapkan Selamat Tinggal pada 8 Perilaku Ini Menurut Psikologi

seseorang yang bahagia di usia lanjut / freepik - Image

seseorang yang bahagia di usia lanjut / freepik

JawaPos.com - Banyak orang membayangkan masa tua sebagai fase kehidupan yang tenang, penuh kebijaksanaan, dan kebahagiaan. Namun kenyataannya, kebahagiaan di usia lanjut tidak datang secara otomatis. Ia adalah hasil dari kebiasaan, pola pikir, dan keputusan yang kita bangun sejak jauh hari.

Psikologi modern menunjukkan bahwa bukan hanya apa yang kita lakukan yang menentukan kualitas hidup di masa tua, tetapi juga apa yang kita berhenti lakukan. Ada sejumlah perilaku yang, jika terus dipelihara, dapat menggerogoti kebahagiaan secara perlahan—bahkan tanpa kita sadari.

Dilansir dari Expert Editor pada MInggu (26/4), jika Anda ingin menjalani masa tua yang lebih damai, bermakna, dan bahagia, berikut adalah 8 perilaku yang sebaiknya Anda tinggalkan mulai sekarang.

1. Terlalu Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Membandingkan diri adalah jebakan klasik. Di era media sosial, kebiasaan ini semakin mudah terjadi. Kita melihat pencapaian orang lain, lalu merasa tertinggal.

Namun secara psikologis, kebiasaan ini hanya menghasilkan dua hal: rasa iri atau rasa superior yang semu. Keduanya tidak sehat dalam jangka panjang.

Di usia lanjut, orang yang bahagia biasanya adalah mereka yang berdamai dengan perjalanan hidupnya sendiri. Mereka tidak lagi terobsesi dengan “siapa lebih sukses”, tetapi fokus pada makna dan kepuasan pribadi.

Yang perlu dilakukan:
Alihkan fokus dari perbandingan ke penghargaan diri. Ukur hidup Anda berdasarkan nilai dan tujuan pribadi, bukan standar orang lain.

2. Menyimpan Dendam Terlalu Lama

Dendam adalah beban emosional yang berat. Penelitian psikologi menunjukkan bahwa menyimpan kemarahan kronis dapat meningkatkan stres, memperburuk kesehatan, dan mengurangi kualitas hidup.

Semakin tua kita, semakin penting untuk melepaskan beban ini. Bukan demi orang lain, tetapi demi diri sendiri.

Orang yang bahagia di usia lanjut cenderung memiliki kemampuan memaafkan yang lebih baik. Mereka memahami bahwa tidak semua hal perlu dibawa sepanjang hidup.

Yang perlu dilakukan:
Belajar memaafkan—meski tanpa rekonsiliasi. Melepaskan bukan berarti melupakan, tetapi berhenti membiarkan masa lalu mengendalikan emosi Anda.

3. Takut Mencoba Hal Baru

Banyak orang berhenti mencoba hal baru seiring bertambahnya usia. Mereka merasa “sudah terlambat” atau “tidak perlu lagi”.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore