
seseorang yang bahagia di usia lanjut / freepik
JawaPos.com - Banyak orang membayangkan masa tua sebagai fase kehidupan yang tenang, penuh kebijaksanaan, dan kebahagiaan. Namun kenyataannya, kebahagiaan di usia lanjut tidak datang secara otomatis. Ia adalah hasil dari kebiasaan, pola pikir, dan keputusan yang kita bangun sejak jauh hari.
Psikologi modern menunjukkan bahwa bukan hanya apa yang kita lakukan yang menentukan kualitas hidup di masa tua, tetapi juga apa yang kita berhenti lakukan. Ada sejumlah perilaku yang, jika terus dipelihara, dapat menggerogoti kebahagiaan secara perlahan—bahkan tanpa kita sadari.
Dilansir dari Expert Editor pada MInggu (26/4), jika Anda ingin menjalani masa tua yang lebih damai, bermakna, dan bahagia, berikut adalah 8 perilaku yang sebaiknya Anda tinggalkan mulai sekarang.
1. Terlalu Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Membandingkan diri adalah jebakan klasik. Di era media sosial, kebiasaan ini semakin mudah terjadi. Kita melihat pencapaian orang lain, lalu merasa tertinggal.
Namun secara psikologis, kebiasaan ini hanya menghasilkan dua hal: rasa iri atau rasa superior yang semu. Keduanya tidak sehat dalam jangka panjang.
Di usia lanjut, orang yang bahagia biasanya adalah mereka yang berdamai dengan perjalanan hidupnya sendiri. Mereka tidak lagi terobsesi dengan “siapa lebih sukses”, tetapi fokus pada makna dan kepuasan pribadi.
Yang perlu dilakukan:
Alihkan fokus dari perbandingan ke penghargaan diri. Ukur hidup Anda berdasarkan nilai dan tujuan pribadi, bukan standar orang lain.
2. Menyimpan Dendam Terlalu Lama
Dendam adalah beban emosional yang berat. Penelitian psikologi menunjukkan bahwa menyimpan kemarahan kronis dapat meningkatkan stres, memperburuk kesehatan, dan mengurangi kualitas hidup.
Semakin tua kita, semakin penting untuk melepaskan beban ini. Bukan demi orang lain, tetapi demi diri sendiri.
Orang yang bahagia di usia lanjut cenderung memiliki kemampuan memaafkan yang lebih baik. Mereka memahami bahwa tidak semua hal perlu dibawa sepanjang hidup.
Yang perlu dilakukan:
Belajar memaafkan—meski tanpa rekonsiliasi. Melepaskan bukan berarti melupakan, tetapi berhenti membiarkan masa lalu mengendalikan emosi Anda.
3. Takut Mencoba Hal Baru
Banyak orang berhenti mencoba hal baru seiring bertambahnya usia. Mereka merasa “sudah terlambat” atau “tidak perlu lagi”.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
