Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Mei 2024 | 03.55 WIB

Tidak Semua Makanan Baik Bagi Lansia, Berikut 7 Makanan yang Harus Dihindari Pasca Umur 50 Tahun

Berikut 7 Makanan yang Harus Dihindari Pasca Umur 50 Tahun (The Resident) - Image

Berikut 7 Makanan yang Harus Dihindari Pasca Umur 50 Tahun (The Resident)

JawaPos.com- Makanan memiliki peran penting bagi tubuh Anda. Tak terkecuali orang lanjut usia (lansia) yakni saat usia Anda memasuki umur 50 tahun keatas. Tampaknya harus pandai dalam mengontrol dan menjaga pola makan sehari-hari saat Anda.

Tidak semua makanan baik bagi lansia, terdapat beberapa makanan yang harus dihindari saat Anda menginjak usia 50 tahun ke atas. Meski makanan tersebut terbilang enak, namun jenis makanan yang dilarang itu dapat merugikan kesehatan tubuh Anda.

Saat usia 50 tahun ke atas, cobalah untuk makan makanan sehat setiap harinya. Berikut ini tujuh makanan yang harus dihindari pasca umur 50 tahun menurut Sun Health Communities yang dilansir oleh JawaPos.com, Sabtu (11/5):

  1. Telur, daging, dan unggas mentah atau setengah matang

Makanan kurang matang seperti telur, daging, unggas, dan sushi dapat menyebabkan keracunan makanan yang dapat memicu sepsis dan syok septik. Meskipun siapa pun dapat terkena infeksi dan sepsis, orang lanjut usia mempunyai risiko lebih tinggi.

  1. Jeruk bali

Jika Anda mengkonsumsi obat tertentu untuk mengobati tekanan darah tinggi, kecemasan, atau insomnia, Anda mungkin disarankan untuk tidak makan jeruk bali.

Alasannya karena jeruk bali dan jus jeruk bali dapat meningkatkan efek beberapa obat sehingga berpotensi membahayakan.

  1. Makanan tinggi natrium

Terlalu banyak garam bisa menjadi masalah bagi orang lanjut usia, terutama jika Anda memiliki riwayat hipertensi. Jika makanan Anda kurang rasa, coba tambahkan berbagai jenis bumbu dan rempah daripada menambahkan garam meja.

  1. Kafein

Kafein tidak hanya menghalangi banyak orang untuk mendapatkan tidur malam yang nyenyak, tetapi juga dapat meningkatkan kecemasan dan membuat jantung Anda berdetak lebih cepat atau tidak teratur. Ini bisa berbahaya jika Anda memiliki penyakit jantung.

Selain kopi, kafein juga ditemukan di banyak teh, beberapa soda, coklat dan bahkan beberapa obat, termasuk obat pereda nyeri yang dijual bebas.

  1. Soda dan minuman manis

Minuman bersoda dingin mungkin terasa menggoda jika Anda sedang kepanasan dan haus, namun soda dan banyak minuman olahraga mengandung banyak gula.

  1. Pemanis buatan

Pada pandangan pertama, produk minuman atau makanan yang mengandung pemanis buatan mungkin tampak sebagai alternatif yang baik untuk produk yang tinggi gula, namun sebenarnya tidak.

Penelitian menunjukkan bahwa pemanis buatan berkontribusi terhadap penambahan berat badan dan menyebabkan masalah kesehatan lainnya. Meskipun kalorinya mungkin lebih rendah, Anda mungkin tergoda untuk mengonsumsi lebih banyak produk ini untuk memuaskan rasa manis.

  1. Minuman beralkohol

Menikmati minuman beralkohol sesekali tidak berbahaya bagi banyak orang. Namun, jika Anda menderita penyakit kronis, seperti diabetes, atau Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti antihistamin, obat pereda nyeri (analgesik), dan obat hipertensi (tekanan darah tinggi), alkohol sebaiknya dihindari.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore