
Ilustrasi wanita yang sedang mengalami post holiday blues (freepik)
JawaPos.com – Post holiday blues dikenal dengan istilah sindrom pasca liburan usai mengalami atau melewati masa liburan panjang.
Biasanya orang yang telah lama menikmati masa liburan menjadi kurang bersemangat, bahkan untuk memulai aktivitas sehari-hari menjadi malas dan sulit untuk memulainya.
Menurut Aliansi Nasional untuk Penyakit Mental menunjukkan bahwa 64 persen orang melaporkan terkena depresi saat liburan dan hal ini sering dipicu oleh tekanan finansial, emosional dan fisik.
Untuk mengetahui Anda terkena sindrom pasca liburan atau tidak bisa dikenali dari gejala-gejala yang ditimbulkan. Ada beberapa gejala yang khas dari sindrom ini meliputi insomnia, energi rendah, mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi dan kecemasan.
Depresi yang terjadi pada saat mengalami sindrom ini berbeda dengan depresi secara klinis artinya tekanan yang dirasakan saat sindrom ini hanya bersifat jangka pendek bukan jangka panjang.
Lantas apa yang menjadi penyebab post holiday blues ini?
Seorang psikologis klinis yang berbasis di Princeton, NJ, Dr. Eileen Kennedy Moore berpendapat bahwa penghentian hormone stress secara tiba-tiba setelah peristiwa besar baik itu pernikahan, tenggat waktu penting atau liburan dapat berdampak besar pada kesehatan biologis dan psikologis.
Dilansir dari laman Psycom, terdapat beberapa cara mengatasi post holiday blues yang bisa Anda coba saat merasa mengalami sindrom ini diantaranya :
Cara yang pertama untuk mengatasi sindrom pasca lebaran adalah lebih peduli dan menjaga diri sendiri. Mulai dari tidur yang cukup, olahraga teratur, pola makan yang sehat dan tidak lupa menjaga nutrisi asupan yang Anda konsumsi.
Hal yang lebih penting lagi adalah tentang gaya hidup yang sehat yang bisa meningkatkan suasana hati dan mampu mengelola gejala depresi.
Interaksi sosial merupakan salah satu komponen penting untuk meningkatkan kesejahteraan. Pada dasarnya ketika Anda setelah liburan panjang, Anda merasa setiap kalender yang kosong mungkin terasa sedikit membuat Anda depresi.
Anda bisa mengisi agenda Anda dengan aktivitas yang Anda sukai akan memberi Anda sesuatu untuk dinantikan dan bisa membantu mencegah efek kontras.
Ketika Anda terus berlarut-larut malas dan menghindari dari jangkauan orang dan bertatap muka maka bisa membuat Anda menambah depresi. Sehingga perlu ada dorongan yang bisa membantah hal itu salah satunya dengan melakukan kegiatan yang Anda senangi.
Hal penting untuk Anda ketahui tentang post holiday blues adalah sindrom yang tidak akan bertahan selamanya. Sehingga Anda bisa mengurangi waktu luang.
Pada intinya Anda tidak perlu menyalahkan diri sendiri karena merasakan apa yang Anda perlukan untuk menemukan pijakan. Namun apabila kondisinya tidak segera membaik maka perlu konsultasi ke spesialis.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
