Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 April 2024 | 05.51 WIB

Kerap Dianggap Remeh, Ternyata Bau Keringat Tak Sedap Merupakan Tanda Idap Penyakit Kronis?

Ilustrasi keringat di ketiak. (Freepik) - Image

Ilustrasi keringat di ketiak. (Freepik)

JawaPos.com - Bau keringat adalah aroma yang dihasilkan oleh tubuh manusia ketika keringat bercampur dengan bakteri di kulit.

Bau keringat itu sendiri sebenarnya tidak berbau, tetapi ketika bakteri yang ada di kulit memecah protein dan asam lemak dalam keringat, aroma yang tidak sedap bisa muncul.

Bau keringat dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti makanan yang dikonsumsi, tingkat kebersihan tubuh, kondisi kesehatan, dan faktor genetik.

Selain itu, juga tergantung pada bagaimana seseorang merawat tubuhnya, seperti sering mandi, menggunakan deodoran, dan pakaian yang bersih.

Namun perlu diwaspadai, ternyata bau keringat tak sedap justru merupakan salah satu indikasi seseorang tengah mengalami masalah kesehatan.

Dokter umum dari Inggris, Sophie Newton mengatakan bau ketiak disebabkan oleh bakteri pada kulit yang memecah keringat menjadi asam, biasanya dimulai pada masa pubertas dengan meningkatnya hormon yang disebut androgen.

"Keringat itu sendiri tidak berbau dan memiliki tugas penting untuk membantu mengatur suhu, tetapi bakteri dapat menggunakannya sebagai tempat berkembang biak dan saat itulah bau terbentuk," jelas dr Sophie.

Seperti dilansir dari laman The Sun, berikut beberapa masalah kesehatan yang bisa ditandai dengan bau tak sedap pada ketiak.

1. Kelebihan Berat Badan
Menurut dr Sophie, orang yang kelebihan berat badan lebih mungkin memiliki bau ketiak tak sedap.

Seseorang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas mungkin memiliki lipatan di kulit mereka, yang merupakan tempat berkembang biaknya bakteri.

Sebuah studi menemukan bahwa orang yang kelebihan berat badan lebih cenderung memiliki indra penciuman yang buruk dibandingkan dengan orang yang lebih langsing.

Ini menunjukkan orang yang obesitas cenderung tidak sadar bahwa ketiaknya beraroma tak sedap.

2. Diabetes
Dr Sophie mengatakan, mereka yang mengidap diabetes bisa mengalami bau ketiak yang terkadang bisa mengeluarkan lebih banyak aroma buah.

Jika Anda menderita diabetes, perubahan bau badan bisa menjadi tanda ketoasidosis terkait diabetes.

Ketoasidosis diabetik, juga dikenal sebagai DKA, adalah kondisi kekurangan insulin yang parah dalam tubuh.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore