
Ilustrasi seseorang yang mengidap TBC.
JawaPos.com - Imun tubuh penderita TBC membaik ketika puasa. Hal ini terjadi karena kuman Mycobacterium Tuberculosis yang ada di dalam tubuh terbunuh selama menjalani puasa.
Puasa mengubah pola makan dan kebiasaan sehari-hari pengidap TBC sehingga tubuh memberi beragam respons pada imun. Tubuh seseorang yang sedang menjalankan ibadah puasa memang dapat memberi macam-macam respons.
Mulai dari perubahan endokrin, perubahan sistem saraf, serta perubahan sistem imun baik seluler maupun humoral. Saat berpuasa, sistem imun akan bersiaga dan menghambat terjadinya infeksi tuberkulosis pada organ tubuh lainnya.
Hal tersebut ditandai dengan kondisi imun yang optimal dalam tubuh pengidap TBC dan meningkatnya metabolisme serta sistem pertahanan tubuh. Ketika menjalani ibadah puasa, pengidap TBC dapat mengganti cara mengonsumsi obatnya.
Jika biasanya obat dikonsumsi pada pagi hari, selama bulan puasa pengidap TBC dapat meminum obatnya saat berbuka atau di malam hari. Perhatikan pula makanan yang dikonsumsi pengidap TBS saat sahur maupun buka puasa.
Makanan yang kurang bergizi dapat mempengaruhi kondisi tubuh pengidap TBC dan dapat membuat penyakit semakin parah. Selain itu, ada beberapa nutrisi yang dibutuhkan oleh pengidap TBC, yaitu kalori, protein, vitamin A, vitamin D, mineral, seng, dan selenium.
Tubuh akan lebih mudah melawan kuman tuberkulosis jika kita menerapkan pola makan sehat dan menjaga keseimbangan gizi. Oleh karena itu, bagi para pengidap TBC disarankan untuk menjalani pola hidup sehat agar risiko penyakit TBC tidak memburuk.
Pola hidup sehat yang dapat dicoba adalah dengan mengonsumsi asupan bergizi tinggi, olahraga secara teratur, dan istirahat secukupnya.
Agar TBC tidak semakin parah, ketika puasa sebaiknya hindari mengonsumsi minuman yang mengandung kafein dan soda. Sebagai gantinya pengidap TBC dapat mengonsumsi air putih maupun teh. Minum air putih dapat menghindari tubuh dari dehidrasi dan peningkatan risiko penyakit TBC.
Selain itu, kurangi asupan makanan yang berlemak tinggi seperti gorengan dan fast food. Kedua makanan tersebut mudah ditemui ketika ramadhan, namun demi menjaga kesehatan sebaiknya asupan-asupan tersebut dihindari.
Hindari pula kebiasaan merokok dan menghirup asap rokok. Bagi pengidap TBC, kebiasaan buruk ini dapat memperparah kondisi paru-paru. Demikian manfaat dan tips berpuasa untuk pengidap TBC. Semoga ibadah puasa menjadi obat yang menyembuhkan jasmani dan rohani kita.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
