Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Maret 2024 | 20.59 WIB

Waspada Bahaya Langsung Merokok saat Berbuka Puasa, Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru

Rokok, barang kecil yang pacu kecanduan/Image by wirestock on freepik - Image

Rokok, barang kecil yang pacu kecanduan/Image by wirestock on freepik

JawaPos.com - Selama puasa, kita harusnya fokus pada ibadah dan meninggalkan kebiasaan negatif. Ini merupakan kesempatan tepat untuk transformasi positif dalam hidup Anda.

Anda bisa mengurangi kebiasaan buruk seperti merokok selama bulan puasa. Penting untuk dicatat bahwa merokok saat berbuka dapat lebih berisiko bagi kesehatan dibandingkan dengan merokok di luar waktu puasa.

Kenyataannya, bagi perokok, menahan keinginan untuk tidak merokok ternyata lebih sulit daripada menahan lapar dan haus, sehingga banyak perokok yang langsung merokok setelah berbuka. Padahal, hal ini lebih berbahaya untuk kesehatan.

Bahaya Langsung Merokok saat Berbuka Puasa

Rokok mengandung bahan kimia seperti nikotin, tar, dan karbon monoksida yang berpotensi merugikan kesehatan, menyebabkan penyakit kronis dan kematian.

Sebagian orang yang berpuasa sering merasakan "mulut asam" karena menahan keinginan merokok sepanjang hari. Ketika berbuka, mereka tergoda untuk merokok meskipun baru sedikit menenggak air ataupun makanan pembuka.

Dilansir dari Halodoc.com, merokok saat perut kosong, membuat tubuh langsung menerima zat-zat berbahaya yang dapat menyebabkan dampak negatif, seperti:

- Mual dan Pusing

Paparan karbon monoksida bisa mengganggu hemoglobin, menyebabkan kekurangan oksigen dalam tubuh, yang dapat menyebabkan pusing dan bahkan menurunkan fungsi otot dan jantung. Selain itu, dapat meningkatkan kolesterol jahat dalam darah.

- Nyeri Terbakar di Dada

Efek lain dari merokok setelah berbuka puasa adalah munculnya nyeri dada atau heartburn, disebabkan oleh pelemahan katup esofagus, memungkinkan asam lambung naik hingga kerongkongan. Refluks duodenogastrik juga bisa terjadi, menimbulkan gejala serupa.

- Kanker Paru-Paru

Merokok saat berbuka puasa meningkatkan risiko kanker paru-paru karena nikotin langsung memengaruhi organ dalam tubuh saat perut masih kosong.

Nikotin akan terendap dalam tubuh selama 8 jam, semakin sering merokok, semakin tinggi akumulasinya, meningkatkan risiko penyakit jantung.

- Tukak Lambung

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore