
Pemeriksaan gigi bayi diambil dari medkes.com pada 20 Maret 2024. (Istimewa)
JawaPos.com – Pertumbuhan anak juga ditandai dengan bertumbuhnya gigi. Begitupun dengan perkembangan makan dan berbicara yang prosesnya juga disertai dengan tumbuhnya gigi pada anak. Maka dari itu gigi yang tumbuh pertama kali menjadi momen spesial bagi orang tua.
Dilansir pada kanal Youtube Nikita Willy Official, drg. Aliyah Sp.KGA mengatakan seorang anak mulai tumbuh gigi dari usia 6 sampai 12 bulan. Tumbuh gigi biasanya ditandai dengan adanya tonjolan-tonjolan putih gigi.
Proses pertumbuhan gigi seorang anak juga dapat mengalami kelambatan. Anak yang mengalami delayed eruption melebihi 12 bulan, biasanya dikarenakan faktor genetik, malnutrisi atau kekurangan nutrisi pada anak maupun ibu, serta kurangnya berat badan ketika lahir.
drg. Aliyah menyarankan memberikan makanan bertekstur dan finger food kepada anak mulai dari umur 6 bulan atau makanan pendamping asi. Kebiasaan mengunyah makanan membantu melatih tulang rahang agar memberikan rangsangan pertumbuhan gigi.
Proses bertumbuhnya gigi pada anak juga menjadi perhatian bagi para orang tua. Lantaran ketika anak mengalami proses tersebut, biasanya disertai dengan rewel, banyak keluar air liur, dan mengalami demam.
Demam yang dialami seorang anak ketika proses tumbuh gigi, biasanya dianggap sebagai hal wajar. Banyak yang berasumsi kalau kondisi tersebut merupakan efek dari tumbuh gigi anak. Namun, sebetulnya hal tersebut belum ada pembuktian secara ilmiahnya.
Menurut drg. Aliyah pada podcast bersama Nikita Willy demam yang dialami anak ketika tumbuh gigi dikarenakan kondisi rongga mulutnya kotor. Bahkan demam yang dimaksud merupakan kondisi yang tidak normal.
“Demam itu bukan efek normal tubuh saat tumbuh gigi,” ujar dr. Aliyah di kanal Youtube Nikita Willy.
drg. Aliyah mengungkapkan ketika gigi akan tumbuh, gusinya terbuka. Apabila gusi-gusinya bengkak karena kotor, maka saat ada sesuatu yang tumbuh menyebabkan demam sebab infeksi pada gusi. Untuk itu pentingnya merawat kebersihan mulut bayi.
Membersihkan mulut terutama gusi dan lidah pada anak seharusnya sudah dilakukan sejak lahir. Dikarenakan asi yang masuk kedalam mulut juga termasuk makanan utama bayi. Sehingga asi yang masuk menempel ke dinding-dinding gusi.
Sisa asi yang menempel pada dinding-dinding gusi dapat dibersihkan dengan berberapa cara. Contohnya menggunakan kasa atau kapas cutton ball yang dicelupkan ke air matang, kemudian dibersihkan pada gusi, lidah, dan langit-langit mulut.
Kebersihan mulut tersebut yang menjadi pengaruh bagaimana proses bertumbuhnya gigi pada anak. Sehingga mulut yang dalam keadaan baik dan bersih, ketika tumbuh gigi tidak akan mengalami efek demam yang dimaksud.
“Jadi kalau misalnya anak ketika setiap kali tumbuh gigi demam, artinya kita haru review kembali apakah sudah membersihkan rongga mulut anak dengan baik,” ujar drg. Aliyah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
