Para peneliti mengungkap kesehatan mental, stres dan kecemasan bermula dari apa yang Anda makan.
JawaPos.com - Beberapa gejala cemas, gugup atau lelah sebelum memulai aktivitas rupanya berkaitan dengan masalah kesehatan mental.
Saat merasa stres setiap kali memulai hari untuk bekerja, mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa ini merupakan sinyal dari tubuh untuk lebih memperhatikan kondisi mental.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui dan mulai memperhatikan penyebab dari rasa cemas, gugup dan lelash yang terus-menerus terjadi saat Anda hendak bekerja.
Dokter Zulvia Syarif SpKJ selaku spesialis jiwa di RSUD Tarakan mengungkapkan bahwa, salah satu penyebab seseorang selalu merasa stres saat memulai bekerja adalah karena kondisi mentalnya yang tidak sehat.
"Mungkin enggak ada diagnosis gangguan mental, tapi sebenarnya lagi enggak sehat secara mental. Mungkin susah tidur, mungkin setiap mau berangkat kerja stres, setiap mau datang ke tempat kerja rasanya berat banget," ujarnya saat seminar daring yang dipantau di Jakarta, Antara News pada Jumat (23/2).
Di sisi lain, dokter Zulvia Syarif juga mengatakan bahwa seseorang yang mengalami mental tidak sehat akibat pekerjaan memungkinkan pikirannya tetap terpaku pada pekerjaan bahkan saat berinteraksi dengan keluarga di rumah.
Menurut dr Zulvia, kesehatan mental seseorang tidak hanya ditentukan oleh ketiadaan gangguan seperti depresi atau bipolar, melainkan lebih pada kemampuannya dalam memahami diri sendiri, menghadapi tekanan, berkontribusi pada produktivitas, dan berperan aktif dalam masyarakat.
"Even orang yang punya diagnosis gangguan mental tetapi kalau dia bisa produktif, bisa mengatasi tekanan hidup, dia bisa dibilang sehat mental," pungkasnya lebih lanjut.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kesehatan mental seseorang, terutama bagi yang bekerja sebagai karyawan, dapat terganggu oleh beberapa faktor, salah satunya adalah lingkungan kerja yang menuntut atau budaya organisasi yang tidak memberikan dorongan bagi karyawan untuk berkembang.
Faktor lainnya juga meliputi adanya perundungan, pelecehan, dan budaya menyalahkan, yang tidak ditindak lebih lanjut sehingga meningkatkan ketegangan dan stres di tempat kerja.
"Kemudian bisa juga dari jam kerja yang terlalu panjang, tidak ada batasan jelas, harus ready setiap saat, di rumah lagi cuti lagi liburan tetap ngurusin pekerjaan, itu juga bisa membuat seseorang tertekan. Jadi enggak sehat secara mental," tuturnya.
Di samping itu, terdapat kontribusi dari individu itu sendiri yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan mental.
Seperti yang berkaitan dengan kemampuannya dalam mengelola waktu dengan efektif, cara berinteraksi dengan rekan kerja, pimpinan, atau orang lain yang dilayani.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
