Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Februari 2024 | 02.13 WIB

Berkaitan dengan Kesehatan Mental, Ini Kata Dokter Spesialis Jiwa Terkait Cemas dan Stres yang Muncul saat Bekerja

Para peneliti mengungkap kesehatan mental, stres dan kecemasan bermula dari apa yang Anda makan.

 


JawaPos.com - Beberapa gejala cemas, gugup atau lelah sebelum memulai aktivitas rupanya berkaitan dengan masalah kesehatan mental.

Saat merasa stres setiap kali memulai hari untuk bekerja, mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa ini merupakan sinyal dari tubuh untuk lebih memperhatikan kondisi mental.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui dan mulai memperhatikan penyebab dari rasa cemas, gugup dan lelash yang terus-menerus terjadi saat Anda hendak bekerja.

Dokter Zulvia Syarif SpKJ selaku spesialis jiwa di RSUD Tarakan mengungkapkan bahwa, salah satu penyebab seseorang selalu merasa stres saat memulai bekerja adalah karena kondisi mentalnya yang tidak sehat.

"Mungkin enggak ada diagnosis gangguan mental, tapi sebenarnya lagi enggak sehat secara mental. Mungkin susah tidur, mungkin setiap mau berangkat kerja stres, setiap mau datang ke tempat kerja rasanya berat banget," ujarnya saat seminar daring yang dipantau di Jakarta, Antara News pada Jumat (23/2).

Di sisi lain, dokter Zulvia Syarif juga mengatakan bahwa seseorang yang mengalami mental tidak sehat akibat pekerjaan memungkinkan pikirannya tetap terpaku pada pekerjaan bahkan saat berinteraksi dengan keluarga di rumah.

Menurut dr Zulvia, kesehatan mental seseorang tidak hanya ditentukan oleh ketiadaan gangguan seperti depresi atau bipolar, melainkan lebih pada kemampuannya dalam memahami diri sendiri, menghadapi tekanan, berkontribusi pada produktivitas, dan berperan aktif dalam masyarakat.

"Even orang yang punya diagnosis gangguan mental tetapi kalau dia bisa produktif, bisa mengatasi tekanan hidup, dia bisa dibilang sehat mental," pungkasnya lebih lanjut.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kesehatan mental seseorang, terutama bagi yang bekerja sebagai karyawan, dapat terganggu oleh beberapa faktor, salah satunya adalah lingkungan kerja yang menuntut atau budaya organisasi yang tidak memberikan dorongan bagi karyawan untuk berkembang.

Faktor lainnya juga meliputi adanya perundungan, pelecehan, dan budaya menyalahkan, yang tidak ditindak lebih lanjut sehingga meningkatkan ketegangan dan stres di tempat kerja.

"Kemudian bisa juga dari jam kerja yang terlalu panjang, tidak ada batasan jelas, harus ready setiap saat, di rumah lagi cuti lagi liburan tetap ngurusin pekerjaan, itu juga bisa membuat seseorang tertekan. Jadi enggak sehat secara mental," tuturnya.

Di samping itu, terdapat kontribusi dari individu itu sendiri yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan mental.

Seperti yang berkaitan dengan kemampuannya dalam mengelola waktu dengan efektif, cara berinteraksi dengan rekan kerja, pimpinan, atau orang lain yang dilayani.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore