Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Februari 2023 | 14.06 WIB

Kolaborasi dengan YKI, Pusat Kanker dan Radiologi Terpadu Diresmikan

Mandaya Royal Hospital Puri (MRHP) berkolaborasi dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dalam menjalankan Pusat Kanker dan Radiologi Terpadu - Image

Mandaya Royal Hospital Puri (MRHP) berkolaborasi dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dalam menjalankan Pusat Kanker dan Radiologi Terpadu

JawaPos.com - Hari Kanker Sedunia yang jatuh setiap tanggal 4 Februari menjadi momen baik untuk menyadari pentingnya arti hidup sehat, deteksi dini hingga melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Riset menyebutkan bahwa kanker dapat disembuhkan pada stadium awal dengan persentase hampir 90 persen.

Mendukung hal tersebut, Mandaya Royal Hospital Puri (MRHP) meresmikan Pusat Kanker dan Radioterapi Terpadu di Indonesia. Fasilitas ini didirikan untuk mempermudah pasien kanker dalam melakukan pengobatan.

"Peluncuran Pusat Kanker dan Radioterapi Terpadu ini merupakan kontribusi kami dalam mendukung upaya peningkatan kesadaran deteksi dini dan memangkas waktu tunggu bagi penderita kanker dalam mendapatkan perawatan kanker yang cepat dan tepat," ujar President Director Mandaya Royal Hospital Group, dr. Benedictus Widaja dalam keterangan resmi yang diterima.

Benedictus menjelaskan lebih lanjut, Pusat Kanker dan Radioterapi Terpadu yang diresmikan pada 11 Februari lalu ini terdiri atas 29 tim dokter onkologi, seperti subspesialis onkologi bedah, onkologi kandungan, onkologi paru, hematologi onkologi dewasa dan anak, nuklir onkologi dan dokter paliatif.

“Waktu menjadi hal yang krusial bagi pasien kanker. Oleh sebab itu, kami menciptakan ekosistem pelayanan kanker yang terintegrasi. Artinya, pasien tidak lagi perlu berpindah rumah sakit untuk pengobatan kanker, karena kami memiliki tim dokter kanker yang lengkap dan didukung teknologi medis canggih, yang terbaru segera di tahun 2023 ini adalah Radioterapi Elekta Versa HD, Brakiterapi Flexitron dan PET Scan yang digunakan juga oleh rumah sakit di luar negeri, yaitu MD Anderson Cancer Center, USA," ujarnya.

Pusat Kanker dan Radioterapi Terpadu ini juga dilengkapi dengan fasilitas yang mengedepankan pengalaman kenyamanan pasien, antara lain adalah ruang kemoterapi, kamar rawat inap ablasi nuklir, hingga ruangan khusus yaitu ICIR (immuno compromise isolation room) yang berguna dalam terapi kanker leukemia atau kanker darah.

"Kami juga didukung 4 dokter spesialis konsultan hematologi onkologi dewasa dan anak yang menangani kemoterapi untuk beberapa jenis kanker. Kami meyakini pengobatan kanker tidak cukup hanya dengan ilmu kedokteran dan teknologi namun harus didukung dengan semangat pantang menyerah agar dapat menyelesaikan terapi yang diberikan dokter. Oleh sebab itu, kami berkolaborasi dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) yang memiliki banyak penyintas kanker yang dapat memberikan dukungan dan pengalaman bagi pasien-pasien kanker di sini," ujarnya.

"Kami juga memiliki visi yang sama dengan YKI dalam menggalakkan deteksi dini, salah satunya kami menghadirkan skrining kanker payudara dengan harga yang terjangkau yaitu Rp 399 ribu tanpa ada biaya tambahan lagi," papar dr. Ben Widaja.

Saat ini, lanjut Benedictus, pihaknya telah melayani pasien kanker yang berasal dari 28 provinsi di Indonesia. Ia juga mengklaim, ada beberapa WNA dari Italia, Tiongkok dan India yang juga sedang berobat di sana.

“Bagi pasien yang berasal dari luar kota kami memberikan fasilitas penjemputan gratis dari bandara, stasiun maupun menyediakan penginapan bagi keluarga pendamping. Di lantai 8 gedung, kami menyediakan hotel yang kami khususkan bagi keluarga pendamping pasien,” pungkasnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore