
ILUSTRASI. Obesitas pada anak bisa dipicu pola makan tidak sehat, seperti konsumsi gula berlebih. (freepik)
JawaPos.com - Obesitas pada anak merupakan salah satu penyakit yang semakin mengkhawatirkan di era modern ini.
Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan gaya hidup, pola makan yang tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik.
Di era modern dengan teknologi yang semakin canggih, anak-anak cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar gadget atau televisi daripada bermain di luar rumah dengan berbagai aktivitas fisik.
Obesitas pada anak menjadi masalah serius karena dapat meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit degeneratif (penyakit akibat penurunan fungsi organ atau jaringan) hingga masalah psikologis seperti rendah diri dan depresi akibat penampilan fisik.
Dilansir dari ANTARA pada Kamis (22/2), Esti Nurwanti selaku Ahli Gizi dari Universitas Gajah Mada mengungkapkan bahwa penyakit degeneratif meliputi kanker, diabetes, hipertensi, dan lain-lain
“Obesitas itu meningkatkan risiko untuk penyakit degeneratif baik itu diabetes, kanker, hipertensi dan sebagainya. Karena sekarang kan seperti yang kita ketahui penyakit diabetes itu semakin muda, kalo dulu diabetes usia 50 tahun kalo sekarang usia 20 tahun udah bisa diabetes, karena mungkin dari kecil sudah dibuat makannya berlebih tidak sehat, apalagi obesitas,” ujar Esti usai gelar wicara di Jakarta, pada Senin (19/2).
Itulah mengapa di era modern ini, banyak anak kecil dengan usia yang terbilang masih sangat muda bisa terkena penyakit diabetes, yang umumnya menyerang orang dewasa.
Oleh karena itu, Esti menekankan bahwa pentingnya bagi orang tua untuk mengambil tindakan yang tepat dalam mencegah anak dari obesitas sejak dini.
Salah satu langkah penting yakni dengan selalu memastikan bahwa anak mendapatkan gizi yang seimbang dari makanan yang mereka konsumsi.
Ini mencakup asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, serta vitamin dan mineral yang sesuai dengan kebutuhan tubuh mereka.
Sangat disarankan untuk menghindari pemberian makanan manis dan berminyak yang berlebihan.
Selain itu, para orang tua juga dapat membatasi konsumsi makanan cepat saji yang sangat akan tinggi kalori dan lemak.
“Tentunya kita harus mengoptimalkan gizi seimbang, dimana asupan energi, protein, lemak, karbohidrat sesuai kebutuhan, baik itu vitamin, dan mineral. Kita pastikan tidak makan makanan manis berlebih, berminyak. Apalagi anak-anak sekarang suka makanan cepat saji, kemungkinan lemak dan kalorinya berlebih, sehingga tidak dianjurkan gitu,” jelas Esti.
Selain memperhatikan aspek makanan, aktivitas fisik anak-anak juga harus diperhatikan dengan serius.
Meskipun anak memiliki bentuk tubuh yang gemuk, namun, itu tidak selalu menandakan adanya obesitas. Tetapi, penting untuk memperhatikan keseimbangan gizi anak secara keseluruhan.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
