Ilustrasi anak mengalami gangguan pendengaran. (freepik)
JawaPos.com – Terkadang gangguan pendengaran tak hanya terjadi pada lansia, namun juga pada anak-anak. Mengutip dari Hopkins Medicine, kami akan memberikan penjelasan lebih lanjut tentang gangguan pendengaran yang terjadi pada anak-anak.
Gangguan pendengaran yang terjadi pada anak dapat terjadi sejak lahir atau berkembang di kemudian hari pada masa kanak-kanak.
Hal itu bisa disebabkan melalui turunan oleh infeksi selama kehamilan, termasuk infeksi sitomegalovirus atau rubella. Selain itu, gangguan pendengaran juga lebih sering terjadi pada bayi yang berada di unit perawatan intensif neonatal.
Penyebab dari gangguan pendengaran bisa dari kondisi tersendiri atau sindrom yang menyebabkan gejala tambahan. Namun dalam beberapa kasus, dengan melakukan pengujian genetic, penyebab gangguan pendengaran dapat ditemukan.
Gangguan pendengaran yang didapat dapat disebabkan oleh penyakit menular, seperti meningitis atau infeksi telinga berulang, serta trauma dan obat-obatan tertentu.
Dan tergantung penyebab dan asalnya, gangguan pendengaran dapat berupa sebagai berikut.
- Sensorineural, jenis gangguan pendengaran permanen yang terjadi ketika telinga bagian dalam (koklea) atau saraf pendengaran rusak atau cacat.
- Konduktif, jenis gangguan yang terjadi ketika suara tidak dapat melewati telinga karena penumpukan kotoran telinga, benda asing yang tersangkut di suatu tempat di telinga, penumpukan cairan, atau gendang telinga yang bocor (Gangguan pendengaran konduktif dalam beberapa kasus dapat diobati dengan pengobatan atau pembedahan.)
Gangguan pendengaran sendiri dapat dikategorikan sebagai ringan, sedang, berat atau darurat tergantung pada tingkat keparahannya.
Gejala yang didapat dari gangguan pendengaran ada pun sebagai berikut.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
