
Tips anti jet lag (Freepik)
JawaPos.com – Jet lag merupakan gangguan tidur sementara yang terjadi ketika ritme sirkadian tubuh tidak sinkron dengan zona waktu baru setelah perjalanan jauh. Kondisi ini membuat tubuh seolah 'tertinggal' di waktu lama, sementara lingkungan sudah berubah.
Melansir dari Halodoc dan Alodokter, jet lag dapat menyebabkan berbagai gejala seperti insomnia, kelelahan berlebih, sulit berkonsentrasi, hingga gangguan pencernaan. Untuk mengurangi dampaknya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar tubuh lebih cepat beradaptasi.
Mengubah jadwal tidur sebelum keberangkatan menjadi langkah awal yang penting untuk meminimalkan jet lag. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan perubahan ritme, sehingga penyesuaian secara perlahan akan membantu mengurangi shock saat tiba di tujuan.
Misalnya, jika kamu bepergian ke arah timur, cobalah tidur lebih awal dari biasanya selama beberapa hari. Sebaliknya, jika ke arah barat, tidur sedikit lebih larut bisa membantu tubuh mengikuti ritme baru. Strategi ini membuat jam biologis tidak berubah secara drastis dalam waktu singkat.
Setelah tiba di destinasi, sangat penting untuk langsung menyesuaikan diri dengan waktu setempat, baik untuk tidur, makan, maupun beraktivitas. Meskipun tubuh masih terasa tidak sinkron, mengikuti jadwal lokal akan membantu mempercepat proses adaptasi ritme sirkadian.
Menunda penyesuaian hanya akan membuat jet lag bertahan lebih lama. Karena itu, usahakan untuk tetap terjaga di siang hari dan tidur di malam hari sesuai waktu tujuan, meskipun di awal terasa tidak nyaman.
Paparan cahaya, terutama sinar matahari, memiliki peran besar dalam mengatur jam biologis tubuh. Cahaya membantu memberi sinyal kapan tubuh harus terjaga dan kapan harus beristirahat. Saat siang hari, usahakan untuk berada di luar ruangan atau mendapatkan cukup cahaya alami agar tubuh lebih cepat merasa siang.
Sebaliknya, di malam hari, kurangi paparan cahaya terang, termasuk dari layar gadget, agar tubuh lebih mudah memproduksi hormon tidur. Pengaturan cahaya ini menjadi salah satu cara paling efektif untuk mengatasi jet lag.
Perjalanan panjang, terutama dengan pesawat, sering membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Dehidrasi dapat memperburuk gejala jet lag seperti kelelahan, sakit kepala, dan sulit fokus.
Oleh karena itu, penting untuk memperbanyak konsumsi air putih sebelum, selama, dan setelah penerbangan. Dengan menjaga hidrasi tubuh tetap optimal, kondisi fisik akan lebih stabil sehingga proses adaptasi terhadap zona waktu baru menjadi lebih mudah.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
