Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Februari 2024 | 14.20 WIB

Bagaimana Stress dan Khawatir Secara Berlebihan Dapat Mempengaruhi Kesehatan Tubuh Anda? Simak Penjelasan Berikut

Dampak Stress berkepanjangan / YouTube @SB30Health - Image

Dampak Stress berkepanjangan / YouTube @SB30Health

JawaPos.com – Jika Anda sedang mengalami susuah tidur, merasa tidak punya teman, ketinggalan dan gagal, itu merupakan salah satu tanda stres.

Untuk diketahui, stres tidak hanya memicu reaksi negatif pada tubuh. Ketika muncul rasa khawatir otak akan menghasilkan hormon kortisol yang berguna untuk mendistribusikan energi pada daerah atau organ yang membutuhkan.

Dikutip dari kanal YouTube @SB30Health pada Sabtu (17/2), dijelaskan oleh dr Sung bahwa stress atau khawatir berkepanjangan tentu tidak baik untuk kesehatan tubuh.

Dampak dari pada khawatir secara berlebihan dalam kehidupan dapat memicu hal-hal yang tidak diinginkan.

Contoh, pelajar atau pekerja kantoran yang memiliki deadline untuk presentasi, meeting dan lain sebagainya, merasa was-was sehingga berakibat sakit perut, mual, pusing itu karena organ bekerja keras merasa terbebani dari kekhawatiran tersebut.

Ketika seseorang dengan penyakit maag dan tidak dapat mengontrol emosi, kekhawatiran, dan mudah marah.

Hal itu akan berakibat fatal seperti maag angkut, tidak sembuh-sembuh juga sistem pencernaan terganggu.

Stress berkepanjangan akan mempengaruhi kinerja otak seperti lupa terhadap sesuatu yang sepele, menaruh kunci, meletakkan baju, atau jadwal pada hari itu.

Rasa kekhawatiran ini merupakan salah satu faktor meningkatkan penyakit alzheimer.

Penelitian dilakukan pada seorang anak umur 9 tahun di USA karena menelan makanan yang masih panas sehingga menyebabkan kerongkongan rusak parah.

Dilakukan operasi guna  mendekatkan otot perut dan dinding lambung juga dibuat lubang untuk lewat makanan.

Penelitian ini dilakukan belasan tahun kepada pikiran anak tersebut terhadap sistem pencernaannya.

Jadi ketika mengalami stress atau khawatir berlebih membrane atau glukosa lambung berwarna merah sekali dan kadang-kadang mengeluarkan darah. Namun saat merasa bahagia fungsi pencernaan sangat baik.

Jadi dari segi medis pikiran berpengaruh terhadap sistem dalam tubuh, bukan hanya pencernaan atau otak saja melainkan keseluruhan akan terganggu. 

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore