Kesepian sebagai salah faktor penyebab terjadinya kekerasan seksual.
JawaPos.com – Kekerasan seksual pada anak merupakan kasus pidana paling sering terjadi pada anak-anak di Indonesia. Setiap tahunnya, kasus ini selalu muncul dan tak pernah sepi dari perhatian media.
Kekerasan seksual pada anak tidak hanya dilakukan oleh orang asing, terkadang pelaku kekerasan justru berasal dari orang-orang terdekat seperti tetangga, guru, bahkan keluarga korban.
Banyak faktor yang dapat menyebabkan anak mengalami kekerasan seksual. Sangat penting bagi orang tua untuk tahu faktor penyebab kekerasan seksual pada anak. Dilansir dari saprea.org (27/1), berikut beberapa faktor penyebab kekerasan seksual terjadi pada anak.
1. Lingkungan rumah yang menimbulkan stres
Anak-anak yang kurang percaya diri terhadap lingkungan khususnya di rumah, rentan terhadap orang dewasa yang menjanjikan stabilitas dan keamanan, bahkan jika stabilitas tersebut disertai dengan perilaku lain yang tidak diinginkan seperti kekerasan seksual.
Anak-anak dengan kehidupan rumah tangga yang penuh tekanan mungkin juga merasa tidak bisa curhat kepada orang tuanya. Hal ini terjadi karena anak berpikir orang tuanya sudah terbebani dengan begitu banyak masalah dan mungkin tidak bisa menyikapinya dengan baik.
2. Sikap rendah diri
Anak-anak dengan harga diri rendah sangat rentan karena kurangnya kebutuhan akan kasih sayang, kekaguman, dan penerimaan dari orang-orang disekitarnya. Hal ini terutama berlaku bagi anak-anak yang menjadi sasaran penindasan atau yang orang tuanya juga menunjukkan harga diri yang rendah.
Anak-anak dengan harga diri rendah lebih cenderung tertarik pada orang yang memberikan sanjungan, hadiah, dan perhatian khusus. Tanpa perasaan harga diri, seorang anak mungkin tidak melihat nilai dalam batasan, rasa hormat, dan persetujuan yang menjadi haknya sehingga sangat mudah bagi mereka jatuh dalam jurang kekerasan seksual.
3. Akses terhadap teknologi yang tidak terpantau
Teknologi memberikan cara tanpa batas untuk memupuk pendidikan, kreativitas, dan komunikasi anak Anda. Sayangnya, teknologi juga menjadi arena bermain yang bagus bagi pelaku kekerasan seksual.
Internet memberi mereka akses yang jauh lebih besar terhadap target potensial serta anonimitas tambahan dan kemampuan untuk menjaga rahasia. Ponsel, tablet, atau laptop di rumah Anda bisa menjadi pintu gerbang interaksi antara pelaku kekerasan seksual dengan anak kita.
Perangkat ini tidak hanya memperluas jangkauan pelaku, namun juga menghilangkan banyak hambatan untuk melakukan tindakan (seperti mencoba mengisolasi anak atau mengirim materi yang tidak pantas).
4. Komunikasi yang buruk

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
