
Akupuntur adalah pengobatan tradisional Tiongkok.
JawaPos.com–Akupunktur telah digunakan selama ribuan tahun untuk mengobati sejumlah penyakit. Teknik pengobatan yang berasal dari Tiongkok itu umumnya menggunakan jarum untuk melancarkan peredaran darah. Penelitian terbaru mengaitkan manfaat akupuntur untuk penyakit diabetes.
Pusat Kesehatan Nasional AS atau The National Institutes of Health (NIH) mendefinisikan akupunktur sebagai teknik pengobatan Tiongkok tradisional (TCM) dengan merangsang titik-titik tertentu di tubuh dengan memasukkan jarum tipis melalui kulit. NIH mencatat, akupunktur umumnya dianggap aman bila dilakukan praktisi berpengalaman dan terlatih yang menggunakan jarum steril.
Penelitian terbaru dari Edith Cowan University di Australia menemukan bahwa akupunktur dapat membantu mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2. Meta-analisis, baru-baru ini diterbitkan dalam Holistic Nursing Practice.
Penelitian menunjukkan bahwa terapi akupunktur dapat berkontribusi untuk meningkatkan kontrol glikemik (gula darah) pada individu dengan pradiabetes (orang yang berisiko terkena diabetes).
Metode Penelitian
Para peneliti menganalisis lebih dari selusin penelitian sebelumnya yang mencakup efek akupunktur pada lebih dari 3 ribu orang dengan pradiabetes. Temuan mereka menunjukkan bahwa terapi akupunktur dapat secara signifikan menurunkan risiko pradiabetes dan mengurangi kejadian kondisi tersebut.
Selain itu, mereka tidak menemukan laporan reaksi merugikan terhadap akupunktur di antara subjek yang diteliti.
Peringatan
Dilansir dari Healthline, Jumat (5/8), NIH memperingatkan bahwa akupunktur yang dilakukan secara tidak benar dapat menyebabkan efek samping yang serius. Akupuntur cocok bagi mereka yang baru mengalami kondisi prediabetes.
”Prediabetes adalah glukosa melebihi normal, namun tidak cukup tinggi untuk dianggap diabetes," kata ahli endokrinologi di Lenox Hill Hospital di New York City Caroline Messer, kepada Healthline.
”Ini adalah tanda peringatan bahwa tubuh mulai menjadi resisten terhadap insulin,” kata Caroline Messer.
Selain akupuntur, kondisi prediabetes juga dapat dicegah dengan pola hidup sehat. Paling mudah yakni mengurangi asupan manis dan olahraga teratur.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
