
( pixabay)
JawaPos.com - Meski masih usia anak dan remaja, risiko terkena penyakit jantung dan kardiovaskular tetap ada. Maka usia bukanlah penentu, tetapi ada sejumlah faktor risiko yang bisa memicu masalah.
Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Dr dr Sukman Tulus Putra, SpA(K) menjelaskan pada umumnya penyakit jantung dan kardiovaskular terjadi pada usia dewasa dan lanjut sebelum umur 60 tahun. Namun proses pathogenesis aterosklerosis atau kondisi kronim pada dinding arteri menyebabkan penyakit kardiovaskular telah terjadi sejak usia dini terutama pada masa anak dan masa remaja.
"Dengan demikian, faktor risiko kardiovaskular sudah dapat dideteksi pada masa anak dan remaja. Maka penting untuk deteksi dini faktor risiko kardiovaskular secara individual dan intervensi pada masa anak dan remaja untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular saat dewasa," kata dr. Sukman dalam keterangan resmi, Senin (11/7).
Ia mengatakan beberapa penelitian pada anak-anak sekolah menunjukkan tingginya faktor risiko kardiovaskular pada anak. Ada beberapa pencetus atau penyebab munculnya penyakit jantung dan kardiovaskular pada anak.
Penyebabnya:
1. Penyakit Komorbid
Faktor risiko yang dapat diubah (modifiable/ changeable), disebut juga sebagai faktor risiko tradisional meliputi hiperlipidemia, obesitas, inaktivitas/sedentary, diabetes mellitus, merokok dan hipertensi.
2. Genetik
Faktor risiko intrinsik meliputi genetik, lingkungan dan suscestibility.
3. Faktor yang Baru Muncul
Faktor risiko yang baru muncul (emerging risk factors) meliputi inflamasi/infeksi sistemik, sitokine, CRP dan homosistein. Proses tersebut terjadi perlahan namun pasti dalam beberapa dekade kehidupan.
Gejalanya:
Gejala penyakit jantung dan kardiovaskular pada anak dan remaja memiliki ciri yang khas. Laporan Children's Hospital of Philadelphia menyebutkan jika anak sudah mengalami gejala berikut, orang tua wajib segera membawa anak ke dokter. Apa saja?
Tidak dapat bersaing secara fisik dengan anak-anak lain
Sesak napas dengan aktivitas lebih cepat dari anak-anak lain
Berkeringat dengan olahraga lebih cepat daripada anak-anak lain
Menjadi biru di sekitar gusi/lidah
Nyeri dada saat berolahraga
Palpitasi atau jantung berdetak kencang atau berdetak tidak normal
Pusing saat olahraga

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
