
Angela Weiss/AFP
JawaPos.com–Penyanyi Justin Bieber mengidap sindrom Ramsay Hunt yang membuat wajahnya lumpuh sebelah. Dia mengungkapkan itu dalam sebuah video dan terpaksa membatalkan sejumlah tur serta konser. Secara medis, ternyata butuh waktu lama untuk sembuh dari penyakit akibat virus tersebut.
Spesialis Saraf dan Direktur RS Pusat Otak Nasional (PON) Mursyid Bustami mengatakan, Ramsay hunt syndrome merupakan penyakit yang disebabkan reaktivasi virus herpes zoster. Hal itu membuat wajah pasien lumpuh. ”Gejalanya mengenai saraf ke fasialis (saraf ke-7),” kata Mursyid Bustami kepada JawaPos.com, Senin (13/6).
Apakah bisa disembuhkan? Menurut Mursyid, setiap pasien berbeda. Bahkan sebagian kasus dapat mengalami cacat permanen.
”Kesembuhan tergantung keparahan penyakit. Pada sebagian kasus bahkan ada yang terjadi cacat permanen,” ungkap Mursyid Bustami.
Gejalanya
Dilansir dari NDTV, tanda dan gejala sindrom Ramsey Hunt dapat mencakup rasa sakit, vertigo, gangguan pendengaran, kepekaan terhadap suara, tinnitus (dering kronis di telinga), dan kehilangan rasa, sesuai dengan Morbidity and Mortality Report yang diterbitkan Centers for Disease Control (CDC). Gejala tambahan termasuk perubahan sensasi rasa, mata kering, berair, hiperakusis, sumbatan hidung, dan disartria.
Sindrom Ramsay Hunt adalah penyebab paling umum kedua kelumpuhan wajah, menurut National Library of Medicine. Pengobatan dini dan tepat harus dilakukan untuk menghindari komplikasi, seperti disfungsi saraf wajah permanen.
Penyakit itu berkembang pesat dan semakin terlihat dalam dua hingga tiga hari. Meskipun pada awalnya, pasien mungkin mengeluhkan kesulitan dalam menutup mata dan kelemahan wajah. Hal itu dapat menyebabkan kelemahan permanen dan komplikasi jangka panjang jika tidak ditangani dengan cepat.
Pengobatan
Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang menerima pengobatan dalam tiga hari pertama diagnosis, telah pulih sepenuhnya. Perawatan yang paling umum untuk sindrom Ramsay Hunt adalah obat yang mengobati infeksi virus. Ada beberapa kasus di mana pasien butuh obat steroid.
Pasien juga diminta untuk menjalani fisioterapi agar pergerakan bagian yang terkena tidak terlalu dibatasi. Antihistamin dapat membantu mengatasi gejala vertigo, seperti pusing atau perasaan seperti ruangan berputar, menurut Healthline. Tetes mata atau cairan serupa dapat membantu menjaga mata tetap terlumasi dan mencegah kerusakan kornea.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
