Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Oktober 2018 | 22.25 WIB

Butuh Air Higienis Saat Cuci Darah, Ini Teknologi Terbaru Hemodialisa

Suasana pasien saat cuci darah di klinik RenalTeam Clinic Jakarta Selatan. - Image

Suasana pasien saat cuci darah di klinik RenalTeam Clinic Jakarta Selatan.

JawaPos.com - Penyakit ginjal kronis merupakan salah satu masalah kesehatan global. Jika sudah sampai tahap akhir, maka pasien serungkali berujung pada cuci darah atau hemodialisa.


Penyebab paling umum dari penyakit ginjal adalah diabetes dan hipertensi yang timbul dari gaya hidup yang malas bergerak. Serta perubahan dalam diet atau kebiasaan pola makan yang salah dan bertambahnya usia.


Ketika gagal ginjal, ginjal berhenti berfungsi secara normal sehingga cairan ataupun kotoran mulai menumpuk di dalam tubuh. Pasien gagal ginjal memiliki dua pilihan yakni transplantasi ginjal atau hemodialisa.


Karena ketersediaan organ ginjal untuk transplantasi sangat kurang, kebanyakan pasien gagal ginjal memilih perawatan hemodialisa.


Perawatan hemodialisa mengambil alih tugas ginjal untuk membuang kelebihan cairan. Ginjal juga menyaring produk limbah dari darah, mengatur tekanan darah, keseimbangan elektrolit, dan produksi sel darah merah dalam tubuh.


"Oleh karena itu perawatan homedialisa yang tepat dan berkualitas tinggi sangat penting untuk kelangsungan kesehatan pasien”, terang Dokter Spesialis Penyakit Dalam Dr Ginova Nainggolan SpPD-KGH.


Saat cuci darah, pasien membutuhkan air yang betul-betul higienis dan bersih. RenalTeam menjadi klinik hemodialisa yang menggunakan Reverse Osmosis (RO) Water System dari Swedia untuk memastikan kualitas air yang baik bagi seluruh proses cuci darah di klinik. Presiden Direktur RenalTeam Clinic menjelaskan RO water system memiliki membran khusus yang didesain untuk meminimalisir terjadinya kontaminasi dalam air sehingga menghasilkan perawatan yang lebih baik bagi pasien.


"Menyadari kebutuhan perawatan bagi pasien gagal ginjal di Indonesia, kami membuka klinik pertama kami di Indonesia tepatnya di daerah Pondok Indah Jakarta Selatan. Dengan investasi sekitar Rp 30 miliar atau setara 2 juta USD, kami menyiapkan 22 ruang perawatan, serta teknologi dan sumber daya manusia yang terlatih untuk memberikan perawatan terbaik bagi pasien di Indonesia," jelas Chan Wai Chuen.

Pada proses perawatan hemodialisa, air adalah faktor utama dan dibutuhkan dalam jumlah yang besar. Oleh sebab itu kualitas air menjadi sangat penting. Renalteam memastikan air yang digunakan berkualitas baik bebas dari kuman, bakteri ataupun bahan-bahan kimia lainnya. Pasien gagal ginjal dengan masalah kesehatan tambahan seperti diabetes, hipertensi atau penyakit kardiovaskular sangat rentan terhadap kualitas air yang buruk.


“Keselamatan pasien adalah hal utama dalam perawatan hemodialisa berkualitas tinggi. Klinik kami menerapkan langkah-langkah keselamatan pasien yang sama seperti yang diterapkan di semua Klinik RenalTeam di Singapore dan Malaysia. Ini termasuk penggunaan mesin hemodialisa individu di setiap ruangan dan ruang isolasi khusus untuk pasien hepatitis," ujar Chan Wai Chuen.


Melalui aplikasi mobile khusus pasien RenalView, pasien memiliki akses ke informasi diagnosis dan rencana pengobatan mereka, kondisi kesehatan mereka, hasil laboratorium hingga obat-obatan. RenalView memberikan akses kepada pasien dan pihak keluarga dapat melihat catatan kesehatan mereka kapan saja dan dimana saja, sehingga diharapkan secara psikologis dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada pasien dan membantu kondisi kesehatan mereka secara keseluruhan.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore