
dokter Tirta membagikan tips bijak memilih makanan kemasan / sumber: instagram @drtirta
JawaPos.com – Makanan kemasan yang kerap kita beli bisa saja mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan apabila sembarangan mengonsumsinya.
Beberapa kandungan berbahaya diantaranya adalah pemanis buatan, zat pewarna, pengawet, dan kandungan karbohidrat, gula, atau lemak yang akan menimbulkan efek jika penyajiannya berlebihan.
Maka perlu bagi orang tua untuk mengawasi makanan atau minuman yang dikonsumsi anak-anak, juga kesadaran bagi setiap individu untuk membaca dengan teliti setiap komposisi dalam produk yang akan dibelinya.
Kandungan dalam makanan, minuman atau produk harusnya seimbang dengan gizi yang diperlukan oleh tubuh, karena apabila berlebih atau kekurangan, hal tersebut akan berimbas pada kesehatan tubuh dalam jangka waktu panjang maupun pendek.
Namun, mungkin ada masyarakat yang merasa ragu atas kredibilitas kandungan gizi dalam suatu produk atau brand. Apakah kandungannya benar-benar sesuai dengan yang dicantumkan di kemasan atau tidak.
Terlebih, baru-baru ini ramai di media sosial seorang content creator membagikan video yang memperlihatkan beberapa produk yang ternyata memiliki kandungan tidak sesuai dengan apa yang mereka tulis di kolom informasi gizi.
Beberapa ada yang kandungan gulanya lebih tinggi atau lebih rendah, serta kandungan serat dan protein yang tidak sesuai sehingga klaim ‘produk sehat’ patut kembali dipertanyakan.
Konten tersebut berasal dari akun @naktekpang, yang telah membagikan beberapa jenis produk untuk membuktikan kebenaran kandungannya. Mulai dari produk susu, minuman vitamin C, minuman kolagen, minuman serat, dan produk yang memiliki klaim sehat lainnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, dokter Tirta melalui channel youtube-nya Tirta PengPengPeng membagikan beberapa tips yang bisa digunakan dalam memilih produk agar tidak terkecoh oleh klaimnya.
Pertama, pilih makanan kemasan yang sudah kredibel. Misalnya merek yang sudah lama berdiri dan selalu mendapat kepercayaan dari pelanggannya.
Kedua, cek sertifikasinya. Perhatikan apakah produk tersebut mencantumkan lab sertifikasi dan izin dari BPOM.
Ketiga, ketahui AKG atau Angka Kebutuhan Gizi. Yakni gizi yang dibutuhkan oleh tubuh kita masing-masing dan sesuaikan dengan kandungan dalam produk. Karena kebutuhan gizi setiap orang berbeda-beda tergantung kegiatan sehari-hari, pekerjaan, bentuk tubuh, atau kebutuhan tertentu dalam tubuh.
Keempat, hindari brand yang overclaim. Dokter Tirta menyebut bahwa memang banyak makanan yang sehat, tapi makanan paling sehat adalah yang real food atau makanan asli dan utuh.
Sehingga sebagus apapun klaim pada makanan kemasan seharusnya tidak terlalu memaksakan karena sudah melewati banyak proses. Bukan lagi makanan utuh.
Kelima, usahakan kritis. Dalam memilih produk yang akan kita konsumsi, ketahui dulu apakah produk tersebut terkenal karena testimoni publik figur atau memang sudah ada science-based nya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
