
ilustrasi otak manusia. Sumber foto: Pixabay
JawaPos.com – Tak jarang seseorang melupakan sesuatu entah dalam hal mengingat nama orang, kehilangan barang, bahkan mematikan kompor atau mengunci pintu saat hendak bepergian.
Tidak peduli bagaimana hal tersebut terjadi, kita semua pernah mengalami kehilangan ingatan sementara dan akan terus mengalaminya karena itu bagian dari kehidupan manusia.
Namun, seringnya melupakan seluruh kata, fakta, percakapan, atau peristiwa di kalender bisa menjadi tanda bahaya bahwa otak sedang berjuang menghadapi sesuatu yang lebih parah.
Ketika kehilangan ingatan menjadi semakin umum atau berdampak besar, mungkin saja itu menjadi salah satu dari banyak gejala penurunan kognitif.
Para peneliti percaya tanda-tanda penuaan kognitif yang mempengaruhi daya ingat dapat dimulai sejak usia 45 tahun. Genetika memang menentukan, tapi kebiasaan gaya hidup berperan penting dalam meningkatkan daya ingat.
“Ingatan adalah banyak hal yang berbeda dapat berupa mengetahui fakta-fakta seperti ibu kota negara bagian, mengingat cara memainkan musik atau cara mengendarai sepeda,” jelas ahli saraf tidur Meredith Broderick.
Dikutip JawaPos.com dari Eatingwell, Rabu (20/12), menurut Annual Review of Psychology dan artikel di PNAS membuktikan bahwa salah satu hal paling berdampak yang bisa dilakukan ialah fokus untuk mendapatkan kualitas tidur terbaik.
Spesialis Neurologi Chris W. Winter menegaskan terlelap memainkan banyak peran di otak termasuk meningkatkan proses memompa produk limbah dari otak melalui sistem limfatik.
Lalu, membantu mengatur ritme sirkadian dan waktu berbagai proses tubuh, berperan dalam keseimbangan hormon dan bahan kimia dalam tubuh seperti testosteron, kortisol, dan dopamin.
Kemudian, mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan kondisi peradangan, memengaruhi bagaimana tubuh mengalami rasa sakit, serta meningkatkan kognisi, pengambilan keputusan, interpretasi emosional, konsentrasi dan fokus.
“Ada banyak bukti yang menunjukkan konsolidasi memori lebih tinggi setelah tidur malam dan peningkatan yang lebih besar semakin lama kita tidur,” jelas Broderick.
Sang ahli menyebut fungsi lain dari tidur adalah 'cuci otak' karena sel-sel otak manusia membentuk sisa metabolisme atau 'sampah' di siang hari dan itu harus dibersihkan untuk menjaga kesehatan otak yang optimal.
“Fungsi ini terjadi saat tidur nyenyak. Ketika kami melihat di bawah mikroskop otak orang-orang dengan kondisi neurodegeneratif seperti penyakit Alzheimer, kami melihat bukti mereka memiliki lebih banyak produk limbah ini di otaknya,” tambahnya.
Winter dan Broderick menyebut cara mendapat kualitas tidur terbaik dengan menjaga pola makan termasuk mencermati asupan yang masuk ke tubuh beberapa jam sebelum waktu tidur.
Selain itu, biasakan gaya hidup sehat dan konsumsi makanan kaya protein dan lemak sehat dianggap sebagai ‘brain foods’ dinilai bantu mendukung daya ingat, jaga kesehatan otak, manajemen stres dan tidur.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
